Persiapan Ibu Kota Negara di Kaltim, KLHK Mendorong Konsep Kota Hutan

oleh -35 kali dilihat
Persiapan Ibu Kota Negara di Kaltim, KLHK Mendorong Konsep Kota Hutan
Meteri Siti saat mengunjungi Calon Ibu Kota Negara di Kaltim - Foto/klhk

Klikhijau.com – Bagaimana wajah Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur? Banyak kalangan berharap, IKN benar-benar merepresentasikan kota hijau dengan ketersediaan hutan dan nuansa alami yang lestari.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dilibatkan khusus dalam persiapan lahan IKN. Hal ini ditegaskan Menteri LHK, Siti Nurbaya saat mengunjungi Penajem Paser Utara beberapa waktu lalu.

“Saya bersama Tim Kemenkomarves, Bappenas dan KLHK datang untuk mempelajari perkembangan serta langkah-langkah teknis yang harus dilihat dalam perspektif lingkungan, dukungan dan antisipasi teknis pembangunan dan hal-hal yang perlu didahulukan dan perlu dibaca menurut progres yang ada saat ini,” kata Siti.

Pengecekan ini sekaligus menindaklanjuti pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa IKN baru harus dibangun dengan konsep kota cerdas dan kota hutan. Atau kota semak yang memiliki dimensi perlindungan lingkungan.

Menteri Siti juga memeriksa progres pembangunan persemaian permanen seluas 120 hektare yang akan dibangun di kawasan IKN. Persemaian ini terletak di wilayah Kawasan Hutan Produksi Mentawir pada areal IUPHHK-HTI PT. Inhutani 1.

Menteri Siti sudah meminta jajarannya untuk memastikan ketersediaan jenis-jenis tanaman kayu keras dan jenis-jenis asli, dalam rangka penghijauan.

“Kapasitas produksi yang direncanakan akan termasuk bibit tanaman hutan seperti tanaman kayu, spesies pohon multi guna dan tanaman endemik,” jelas Siti.

KLIK INI:  Rusaknya Hutan Mangrove dan Teluk Tembe di Kembar Maminasa

Pada rancangan awal area persemaian modern di Mentawir ini, tambahnya, akan mencakup pembangunan sarana dan prasarana persemaian seperti Perkecambahan Rooting Mother Plant House, Laboratorium Kultur Jaringan, Aclimatization Area, Shaded Area, Open Area, Pengolahan Media Tanam, serta Reservoar.

Menteri Siti juga memastikan bahwa progres penghijauan ini melibatkan masyarakat lokal.

Konsep kota hijau

Menteri Siti juga juga mengatakan bahwa pihaknya bersama sejumlah kementerian sedang terus menata masalah perlindungan dan rehabilitasi mangrove secara nasional dan termasuk di Kalimantan Timur.

“Juga yang terkait mangrove, saya kira Kalimantan Timur terus ke pantai timur sampai ke utara tutupan mangrovenya banyak sekali. Belum lagi di delta-delta sungai sampai ke dalam, juga yang dekat wilayah IKN itu semua sedang kita tata,” ucapnya.

Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas Arifin Rudyanto yang ikut dalam rombongan kunjungan kerja ini tujuan peninjauan IKN adalah untuk bersama sama dengan Menteri LHK memastikan pembangunan IKN dengan konsep kota cerdas dan kota hutan semakin cepat diwujudkan.

“Kawasan IKN kita peduli hijau, tidak menggangu kawasan konservasi, tidak mengganggu satwa-satwa yang terdapat disini dan sedapat mungkin kita pertahankan kehijauan yang ada, karena cita-citanya adalah ingin membuat IKN dengan konsep green and smart city,” tegasnya.

Ia juga menjamin jika pembangunan IKN akan tak terkalahkan dengan kondisi geografis yang ada disana. Pembangunan diupayakan dengan menggunakan metode tebang dan isi, sehingga pembukaan lahan hutan.

Kalau pun ada areal yang bolong-bolong akan segera dihijaukan lagi dengan tanaman yang lebih rindang dan lebih hijau. Luasan yang akan dihijaukan ia sebut tergantung Detail Engineering Design (DED) yang sedang difinalkan oleh Kementerian PUPR.

“Yang pasti akan lebih banyak kawasan hijaunya dari kawasan huniannya (terbangun),” pungkasnya.

KLIK INI:  Dilematis, Menutup Taman Nasional Komodo Berarti Memutus Rantai Ekonomi