Komitmen Lingkungan, Gojek Targetkan ‘Three Zeros’ pada 2030

oleh -19 kali dilihat
Komitmen Lingkungan, Gojek Targetkan ‘Three Zeros’ pada 2030
Ilustrasi Gojek - Foto/TheJakartaPost

Klikhijau.com – Gojek menjadi perusahaan berbasis internet pertama di Asia Tenggara yang merilis laporan sustainability berstandar global sebagai acuan perusahaan untuk penerapan prinsip-prinsip sustainability di seluruh ekosistem.

Sebagai bagian dari misi sustainability perusahaan dalam menciptakan dampak positif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia dan bumi.

Gojek, platform on-demand terdepan di Asia Tenggara, hari ini (30 April 2021) mengumumkan komitmen Three Zeros: Zero Emissions, Zero Waste dan Zero Barriers, untuk dicapai pada 2030.

Tujuan Three Zeros ini didasari oleh tiga pilar strategis: pelestarian lingkungan (GoGreener) untuk memastikan pencapaian Zero Emissions dan Zero Waste, pertumbuhan sosial ekonomi (GoForward), serta kesetaraan dan keberagaman (GoTogether) untuk memastikan pencapaian Zero Barriers.

KLIK INI:  Menanti Hasil Kolaborasi KLHK dan Gojek Atasi Sampah Plastik
 

Tiga pilar, fokus isu lingkungan

Tiga pilar tersebut fokus pada isu-isu lingkungan dan sosial yang paling mendesak sekaligus memberikan dampak paling signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan.

#GoGreener
  • Berkomitmen untuk melakukan inventori karbon tahunan untuk scope 1, 2 dan 32, serta penghitungan limbah, yang dimulai pada
  • Meluncurkan fitur GoGreener Carbon Offset – yang merupakan fitur serap jejak karbon pertama di dunia untuk B2C (langsung melibatkan pelanggan) di dalam industri ride-haling.
  • Menerapkan studi kelayakan dan proyek percontohan untuk mempercepat penerapan Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV) dan transisi ke 100% EV pada
  • Meluncurkan layanan GoTransit untuk memfasilitasi perjalanan multimoda guna mendorong penggunaan transportasi publik (first mile, last mile).
  • Bergabung dengan steering committee Kemitraan Aksi Plastik Nasional (NPAP) untuk Indonesia, yang merupakan bagian dari Kemitraan Aksi Plastik Global yang diprakarsai World Economic
  • Lebih dari 13 ton sampah plastik sekali pakai berhasil dihindari melalui program alat makan berbayar (sejak Agustus 2019); lebih dari 6,3 ton sampah plastik sekali pakai dikumpulkan melalui berbagai program percontohan pada 2019, dengan beberapa proyek percontohan baru akan dimulai pada
 #GoForward
  • Membantu lebih dari 000 mitra driver menghemat pengeluaran harian mereka melalui program Swadaya (program manfaat untuk mitra driver).
  • Menyediakan peluang mitra driver memperoleh pendapatan yang beragam melalui kolaborasi dengan PromoGo dan peluncuran GoCek.
  • Meluncurkan Komunitas Partner GoFood (Kompag) (dengan lebih dari 000 mitra usaha) untuk membantu mengasah keterampilan bisnis dan digitalisasi untuk usaha mikro dan kecil.
KLIK INI:  Zero Waste, Gerakan dan Sinergitas Tanpa Batas Melawan Sampah
#GoTogether 
  • Menandatangani UN Women Empowerment Principles untuk memajukan kesetaraan gender dan berkomitmen untuk hanya menyelenggarakan diskusi panel yang terdiri dari gender beragam untuk acara yang digagas oleh
  • Menjadi perusahaan pertama yang bergabung dalam UN No Manel Pledge – di mana kami berkomitmen untuk menerapkan kesetaraan gender dalam panel internal maupun
  • Membentuk Dewan yang dipimpin karyawan untuk mengelola kebijakan dan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi
  • Mengembangkan proses dan infrastruktur bagi karyawan untuk meluncurkan Kelompok Sumber Daya Karyawan atau Employee Resource

Gojek mencanangkan komitmen ini dalam laporan berkelanjutan (sustainability report) pertamanya yang diluncurkan pada hari ini.

Sustainability report Gojek juga memaparkan berbagai pencapaian dan langkah ke depan perusahaan untuk mengimplementasikan praktik-praktis bisnis dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Laporan sustainability Gojek dengan indikator ESG yang telah melalui proses assurance oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) ini merupakan yang pertama dibuat oleh perusahaan berbasis internet di Asia Tenggara dengan menggunakan standar global.

Gojek telah menjadi katalis di industri teknologi Asia Tenggara yang mengintegrasikan praktik-praktik terbaik ESG di seluruh aspek operasional bisnisnya dan secara transparan menginformasikan kinerja perusahaan terkait topik-topik ESG.

KLIK INI:  Ketika Siti Nurbaya Bertemu Menteri Cilik KLHK
Komitmen sosial

Co-CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, pihaknya selalu berkomitmen sebagai perusahaan yang fokus dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Dan di saat yang bersamaan menjaga pertumbuhan bisnis.

Hal tersebut, kata Kevin, merupakan bagian dari DNA perusahaan Gojek dan menjadi alasan mengapa orang bekerja di Gojek. Seiring dengan pertumbuhan Gojek, semakin penting juga untuk mencari cara agar kami dapat bertindak dengan bertanggung jawab, serta terus mendorong dan menjadi katalis di industri terutama untuk isu-isu penting.

Oleh karena itu, Gojek terus meningkatkan upaya dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial sebagai bagian penting dari perusahaan.

“Kami berharap upaya ini dapat menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan mitra, serta bagi bumi tempat kita tinggal ini sehingga kami dapat terus mewujudkan misi Gojek untuk jangka panjang,” katanya.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo menambahkan, sektor swasta sangat diharapkan untuk bertindak dan membantu mengatasi isu-isu lingkungan dan sosial yang penting dan berdampak pada masyarakat dan lingkungan.

KLIK INI:  Coca-Cola Amatil Indonesia Bangun Fasilitas Daur Ulang Botol Plastik

“Seiring dengan berkembangnya Gojek, dan dengan jutaan orang yang bergantung pada platform kami setiap harinya, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut ambil bagian dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” jelas Andre.

Ia menambahkan, melalui integrasi praktik-praktik ESG yang terdepan di industri, pihaknya memastikan untuk menjalankan bisnis dengan lebih baik di seluruh ekosistem, sambil membuka jalan bagi perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama.

“Ini merupakan isu yang semakin penting dan relevan bagi para pemangku kepentingan dimanapun, dan Gojek bertekad untuk melampaui ekspektasi mereka demi Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia yang lebih baik,” terangnya.

Gojek telah melakukan langkah-langkah signifikan untuk mencapai targetnya. Langkah tersebut akan ditinjau dan disampaikan ke publik setiap tahun.

Laporan sustainability ini juga menjabarkan komitmen Gojek dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicetuskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Untuk semakin memastikan akuntabilitas, Gojek juga membentuk Dewan Penasihat Berkelanjutan atau Sustainability Advisory Council yang beranggotakan para pakar eksternal independen dari berbagai organisasi, seperti UN Women, ASEAN Centre for Energy, Universitas Indonesia, dan lainnya.

“Untuk mencapai berbagai berbagai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam waktu kurang dari 10 tahun, kita harus mulai bertindak. Berlandaskan pada ilmu pengetahuan, selaras dengan standar global serta metodologi berbasis data, kami membangun strategi ESG Gojek dengan tujuan untuk menciptakan dampak positif dan pembangunan ekonomi yang inklusif, dimanapun kami berada. Gojek tidak dapat mencapai berbagai berbagai target SDGs sendirian tanpa berkolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki tujuan yang sama,” kata Tanah Sullivan, Group Head of Sustainability, Gojek.

KLIK INI:  Apa Itu “Slow Fashion”? Paradigma Berkelanjutan dalam Produksi Fesyen