Pemanfaatan Teknologi Nuklir, Inovasi Baru Tekan Polusi Plastik

Klikhijau.com - International Atomic Energy Agency (IAEA), saat ini sedang mengembangkan program Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (NUTEC Plastic). Pengembangan program NUTEC Pla...

Pemanfaatan Teknologi Nuklir, Inovasi Baru Tekan Polusi Plastik
Bacakan Artikel

"BATAN sejak lama telah berkolaborasi dengan IAEA dalam penggunaan energi nuklir untuk penggunaan damai. IAEA kemudian menunjuk BATAN sebagai pusat kolaborasi untuk makanan dan industri.  BATAN selanjutnya akan terus mengkaji dan meneliti komposit plastik kayu dengan menggunakan serat berbasis kelapa sawit," ungkapnya.

PAIR atau Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN juga telah menyiapkan dokumen rencana implementasi proyek NUTEC Plastic. Hal itu sebagai dasar endorsement bagi Indonesia menjadi pilot country.

Penggunaan iradiasi (polimerasi) pada program NUTEC Plastic dalam hal daur ulang limbah plastik diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui sektor industri pada skala ekonomi.

Hal lain yang disampaikan Siti pada kesempatan itu adalah penguatan aturan dan regulasi untuk memastikan bahwa ada hak fundamental bagi setiap masyarakat, yakni   lingkungan yang baik dan sehat.

Untuk memastikan pengelolaan sampah plastik, Indonesia telah terlibat secara aktif pada forum internasional, di antaranya forum IGR-4. Forum ini  menghasilkan Deklarasi Bali tahun 2018. Indonesia juga terlibat  dalam merumuskan Resolusi Perlindungan Ekosistem Laut dari Kegiatan Berbasis Darat pada sidang UNEA-4.

Selain itu, pada tahun 2019 Indonrsia  mendirikan Regional Capacity Center for Clean Seas (RC3S) di Bali. Adapun tujuannya adalah mendorong penguatan inisiatif internasional untuk perlindungan ekosistem laut dari sampah plastik.

Kehadiran RC3S tersebut juga diharapkan dapat menjadi pusat pengetahuan internasional tentang sampah plastik di laut.

Menjawab permasalahan plastik

Diakhir pidatonya,  Siti menyampaikan apresiasi kepada IAEA atas program NUTEC Plastic-nya yang bertujuan membantu negara-negara di Kawasan Asia Pasifik dalam mengintegrasikan teknologi nuklir untuk pengelolaan sampah plastik.

Dengan adanya program tersebut, Siti meyakini akan semakin mendukung strategi daur ulang plastik. Program itu akan menjadi tantangan dan menjadi solusi permasalahan sampah plastik secara komprehensif, dari hulu hingga hilir.

Dengan memberikan inovasi teknologi untuk mengolah sampah plastik menjadi produk. Yang selanjutnya dapat digunakan untuk bahan industri, menciptakan inovasi baru untuk  industri plastik yang ramah lingkungan.

"Dalam konteks ini, izinkan saya meyakinkan kesiapan Indonesia untuk menjadi salah satu proyek percontohan yang ditawarkan IAEA. Karena kami melihat manfaat proyek ini dalam meningkatkan kapasitas untuk mengendalikan teknologi radiasi dan memperkuat kemampuan sumber daya manusia di tingkat nasional," jelasnya.

Integrasi program NUTEC Plastic ke dalam program pengendalian limbah plastik nasional. Diharapkan oleh Menteri Siti dapat meningkatkan inovasi teknologi. Selain itu,  diharapkan pula dapat membantu mencapai target pengurangan limbah plastik dalam waktu yang panjang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2