Pada Nama Kecilmu

Pada Nama Kecilmu   mulailah aku kupasi pisang. menuangnya ke dalam mangkok berbentuk lesung pipimu. ada terigu telah basah air mata. licin menepikan. di kompor gas, yang buatmu lupa moy...

Pada Nama Kecilmu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Pada Nama Kecilmu


 

mulailah aku kupasi pisang.
menuangnya ke dalam mangkok berbentuk lesung pipimu.
ada terigu telah basah air mata. licin menepikan.

di kompor gas, yang buatmu lupa moyang di sebatang kayu bakar.
minyak telah didih.
suaranya jenguki rindu.
terigu paluti pisang, lalu berenang di minyak didih.

kubayangkan, serupa itu sambutan darah kita; mendidih
saat kecup pertama di tujuh belas Agustus di pinggir lapangan bola
kau menamainya kenangan dan aku menyebutnya kematian

kantuk tidak lagi ingatkan aku pada kecupan itu
aku juga lupa nama kecilmu
pisang itu telah matang, berubah jadi pisang goreng
atau tepatnya, kau menamainya kambing-kambing

di ruang tamu, aku tidak lagi sendiri
kau ada pada tiap incinya
aku coba ingat nama kecilmu
ingin kuucapkan sebelum kata amin menutup doaku.

hanya saja sepenuh-penuhnya aku lupa

=========


Yang Tiba Sebagai Kamu


 

botol air mineral di belakang pintu itu masih menyimpan bekas bibirmu
seorang perempuan tua mengembalikannya kemarin sore.
saat aku santai di teras.

"jangan buang kenangannya," pesannya. singkat menyikat

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2