Mikroplastik Sebagai Petaka yang Mengancam Biota Laut

Klikhijau.com - Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia Tarsoen Waryono menjelaskan bahaya mikroplastik yang berpotensi mencemari lingkungan dan tidak dapat hancur dalam tubuh biota perairan. Tar...

Mikroplastik Sebagai Petaka yang Mengancam Biota Laut
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia Tarsoen Waryono menjelaskan bahaya mikroplastik yang berpotensi mencemari lingkungan dan tidak dapat hancur dalam tubuh biota perairan.

Tarsoen menjelaskan, banyak orang memberikan pemahaman tentang mikroplastik dan ukurannya. Tetapi yang paling sederhana dipahami, adalah potongan-potongan kecil dari plastik yang ukurannya sangat kecil kurang dari 5 mm dan berpotensi mencemari lingkungan, baik di daratan maupun di perairan.

Menurut Tarsoen, potongan plastik tersebut, berasal dari dua sumber, yaitu mikro primer yaitu hasil dari bahan yang diproduksi manusia dan dipergunakan secara langsung dan mikro sekunder yang berasal dari pemecahan puing-puing plastik yang lebih besar seperti bagian makroskopik. Jenis ini membentuk bagian potongan kecil dan sebagian besar menjadi sampah di perairan laut.

Sumber yang kedua yaitu jenis mikroplastik berdasarkan sumbernya, mampu bertahan pada ekosistem daratan dan ekosistem akuatik, karena plastik tidak dapat rusak selama bertahun-tahun.

“Mikroplastik di perairan laut, banyak tertelan oleh hidupan perairan laut, karena bentuknya mirip dengan hidupan planton makanan ikan,” katanya Dilansir Republika.co.id, Senin 26 November 2018 silam.

Dia mengatakan, karena mata rantai makanan, mikroplastik dimakan hewan laut seperti ikan kecil dan ikan kecil dimakan ikan yang lebih besar, dan ikan yang lebih besar dimakan ikan yang besar.

“Karena mikroplastik tidak dapat hancur akhirnya akan berakumulasi di dalam tubuh perut biota perairan," kata dia.

Sayangnya, kata dia, para ilmuwan di dunia belum bisa memaparkan proses metabolisme ikan yang mengandung mikroplastik. Baru menginformasikan bahwa ada mikro plastik dalam tubuh ikan laut besar (paus), tinja manusia mengandung mikroplastik dan lainnya.

Dia menyebutkan, berbagai penelitian kini sedang dilakukan, keterkaitannya dengan dampak mikroplastik terhadap hidupan biota laut. Namun pada tahap awal mikroplastik sangat besar pengaruh dan dampaknya terhadap perairan laut.

Hingga kini, dia menyebut seluruh siklus dan pergerakan mikroplastik dalam tubuh hewan laut, masih belum banyak diketahui proses metabolismenya, penelitian masih sedang dilakukan untuk menyelidiki permasalahan tersebut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2