Mikroplastik Sebagai Petaka yang Mengancam Biota Laut

Klikhijau.com - Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia Tarsoen Waryono menjelaskan bahaya mikroplastik yang berpotensi mencemari lingkungan dan tidak dapat hancur dalam tubuh biota perairan. Tar...

Mikroplastik Sebagai Petaka yang Mengancam Biota Laut
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

"Saya berpendapat bahwa kematian ikan paus karena mengkonsumsi plastik. Sampah plastik tidak dapat dicerna dan sulit busuk, dan bahkan kemungkinan terjadi reaksi kimia antara kandungan plastik dan enzim pengahancur makanan dalam tubuh ikan, mengakibatkan ikan menjadi lemas dan akhirnya mengalami kematian," katanya.

Dia mengungkapkan, kendali terhadap pencemaran mikroplastik, sebenarnya telah lama ditelaah Kemaritiman (Kementerian Maritim), akan tetapi apa yang harus dilakukan masih belum berjalan sepenuhnya. Mikroplastik di perairan teluk Jakarta mencapai ukuran panjang 2 km dan lebar 600 meter, terobang ambing oleh arus laut.

Dia mengatakan, upaya yang harus dilakukan pihak kepentingan (pemerintah) dan stakeholder. Pertama,  bagaimana merumuskan untuk menjaring potongan plastik kecil agar tidak menyebar ke mana-mana.

Kedua, sosialisasi kepada masyarakat keterkaitannya dengan tertib sampah plastik. Ketiga, setop pabrik plastik dan ganti dengan kertas bukus yang pada 1970-an masih diproduksi di Leces, Blabag, Bojonegoro, dan Padalarang, dimana bahan bakunya adalah batang padi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2