Meretas Jalan Satwa Liar Kembali ke Alam di Masa Covid-19

Klikhijau.com – Membincangkan satwa liar bisa dilakukan kapan saja. Termasuk dalam serangan pandemi  Covid-19 sekalipun. Satwa liar awalnya diduga sebagai biang kerok dari pandemi yang melanda duni...

Meretas Jalan Satwa Liar Kembali ke Alam  di Masa Covid-19
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Membincangkan satwa liar bisa dilakukan kapan saja. Termasuk dalam serangan pandemi  Covid-19 sekalipun.

Satwa liar awalnya diduga sebagai biang kerok dari pandemi yang melanda dunia saat ini. Bermula dari kelelawar di Pasar Basah Wuhan, Cina. Kemudian menyeberang ke manusia dan menyebar tak terkendali.

Meski belakangan ada juga yang mengklaim jika hal itu tidak benar. Jika pun benar, kita tidak layak membenci kelelawar apalagi memusnahkannya. Begitupun dengan satwa liar lainnya.

Satwa liar harus mendapat perlindungan, ia bagian dari rantai kehidupan di dunia ini. Manusia membutuhkan satwa liar, dan bisa jadi satwa liar tak membutuhkan manusia.

Di tengah pandemi Covid-19 satwa liar pun harus kembali ke alam. Jalannya harus diretas oleh manusia agar bisa terbuka.

Bagaimana caranya agar jalan itu bisa diretas. Nah, hari Jumat nanti, 29 Mei 2020 akan ada acara Webinar dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati 22 Mei lalu.

Untuk lebih jelasnya perihal acara tersebut, sahabat hijau bisa melihat gambar berikut ini: