Selain Burung, 4 Satwa Liar Dilindungi Ini Juga Banyak Beredar di Pasar Ilegal Sulsel

Publish by -93 kali dilihat
Perihal Larangan Perburuan Satwa di Hutan, 4 Hal Ini Penting Diketahui!
Rusa Timor - Foto/Alamendah

Klikhijau.com Satwa liar dilindungi yang banyak beredar di pasar ilegal khususnya di Sulawesi Selatan didominasi oleh jenis burung. Selain, burung ada 4 satwa liar lainnya yang juga perlu dikenali karena termasuk kategori langka dan dilindungi.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan mencatat ada 4 jenis satwa liar dilindungi lainnya yang banyak dijumpai di pasar ilegal. Yuk kenali dengan mengamati ciri dan sebarannya!

  1. Anoa dataran rendah
Anoa, Kisah dan Habitatnya yang Terancam Punah
Anoa Sulawesi

Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Jenis ini menghuni hutan dataran rendah pada ketinggian 0-1000 meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui mulai dari hutan pantai sampai hutan pegunungan. Dapat pula dijumpai di hutan yang berbatasan langsung dengan kebun.

Ciri-ciri anoa dataran rendah antara lain: warna tubuh hitam kecoklatan sampai hitam legam dan rambut lebih jarang. Panjang badan 1600 -1720 mm, tinggi pundak 690-300 mm dan bobot badan 150-300 kg. Ekor relatif lebih panjang yaitu 180-310 mm.

KLIK INI:  Tumbuh Liar dan Eksotis, Ralle' Jadi Tinta Andalan Para Leluhur
  1. Anoa gunung
satwa liar anoa guung
Anoa gunung – Foto/Twitter.com

Anoa gunung (Bubalus quarlesi), tersebar di Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Jenis ini hidup di hutan-hutan yang lebat. Dekat dengan aliran air/sungai, danau, rawa-rawa, sumber air panas yang mengandung mineral dan di sepanjang pantai.

Warna rambutnya coklat kemerahan, tebal, agak ikal/keriting mirip rambut domba. Warna kaki menyerupai warna bagian tubuhnya. Tanduk melengkung dan tidak beratur, sedangkan ekornya relatif lebih pendek.

  1. Monyet dare
satwa liar monyet dare
Monyet dare – Foto/BBKSDA Sulsel

Monyet dare (Macaca maura) hidup di hutan primer atau sekunder seperti di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) Kabupaten Maros-Pangkep yang memiliki ekosistem karst.

Panjang tubuh sekitar 500-690 mm, panjang ekor 30-35 mm dengan berat berkisar antara 5 hingga 6 kg. Warna rambutnya bervariasi, mulai dari coklat muda hingga coklat kehitaman dengan warna pucat di bagian tunggingnya. Bantalan tunggingnya berwarna hitam dan berbentuk oval.

KLIK INI:  Usah Menanti Puluhan Tahun, Jamur Ini Bisa Atasi Sampah Plastik Lebih Cepat

Tersebar mulai dari Bontobahari di Bagian Barat Daya Semenanjung Sulawesi Selatan hingga ke utara sampai di Danau Tempe (sekitar Sakholi dan Matoangin).

  1. Rusa Timor
BBKSDA Sulsel dan PT Pertamina Serahkan Indukan Rusa ke Penangkar di Takalar
BBKSDA Sulsel dan PT Pertamina Serahkan Indukan Rusa ke Penangkar di Takalar

Rusa Timor (Rusa timorensis) mempunyai bulu berwarna coklat kemerah-merahan hingga abu-abu kecoklatan dengan bagian bawah perut dan ekor berwarna putih.

Jantan dewasa memiliki tanduk atau ranggah yang bercabang tiga dengan ujung-ujungnya yang runcing, kasar dan beralur memanjang dari pangkal hingga ke ujung ranggah.

Tanduk akan tumbuh pertama kali pada anak jantan saat umur 8 bulan. Setelah dewasa, tanduk menjadi sempurna yang ditandai dengan terdapatnya 3 ujung runcing.

Habitat jenis ini adalah padang rumput pada daerah beriklim tropis dan subtropis. Namun binatang ini mampu beraadaptasi di habitat yang berupa hutan, pegunungan dan rawa-rawa. Rusa timor juga dapat hidup hingga ketinggian 900 meter dpl. Persebaran alaminya ada di Pulau Jawa, Sulawesi dan Maluku.

Itulah 4 jenis satwa liar dilindungi yang harus dijaga dan dicegah sebarannya di pasar ilegal agar populasinya tetap terjaga. Salam konservasi!

KLIK INI:  Lahiran di Usia 12 Tahun, Doppsee Jauhkan Badak Hitam dari Kepunahan

KLIK Pilihan!