Menyatukan Pandangan Pemuda dalam Menawarkan Berbagai Solusi Krisis Iklim

Klikhijau.com – Perspektif atau pandangan pemuda cukup beragam dan autentik. Hal inilah yang ditangkap oleh Institut Hijau Indonesia. Terutama dalam mendorong pelibatan anak muda dalam merespons dan m...

Menyatukan Pandangan Pemuda dalam Menawarkan Berbagai Solusi Krisis Iklim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Perspektif atau pandangan pemuda cukup beragam dan autentik. Hal inilah yang ditangkap oleh Institut Hijau Indonesia. Terutama dalam mendorong pelibatan anak muda dalam merespons dan memetakan solusi menghadapi krisis iklim.

Institut Hijau Indonesia merupakan organisasi yang fokus merancang program pendidikan bagi generasi muda. Tujuannya agar generasi muda memiliki keberpihakan terhadap perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program pendidikan Green Leadership Indonesia (GLI). GLI ini telah berlangsung selama 2 tahun dan melibatkan lebih dari 500 anak muda (Green Leaders) di seluruh Indonesia.

Institut Hijau Indonesia bersama para Green Leaders melahirkan inisiatif Penggerak Perubahan Indonesia dan Dunia 2050. Inisiatif itu dilakukan sebagai upaya merespons ancaman multi krisis sebagai dampak dari perubahan iklim di masa depan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Institut Hijau Indonesia berupaya mendengar lebih banyak pandangan-pandangan dan inisiatif anak muda dari berbagai daerah. Kota Makassar salah satunya.

Di Kota Makassar, Institut Hijau Indonesia telah menggelar seminar yang dihadiri ratusan anak muda. Mereka berasal dari berbagai kampus dan lintas organisasi.

Para anak muda itu membahas tema “Diskusi Kaum Pemuda dan Perubahan Iklim untuk Indonesia dan Dunia Tahun 2050”. Kegiatan tersebut digelar di Baruga Prof. Baharuddin Lopa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Rabu 21 November 2023.

Pada acara tersebut, ada empat narasumber yang hadir untuk memberikan materi mengenai perubahan iklim, yakni Laksmi Dhemawanthi dari Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (Dirjen PPI), Syekhoh Sulthonah dari Institut Hijau Indonesia, Muhammad Al Amin dari WALHI, dan  Prof. Dr Maskun dari Universitas Hasanuddin (Unhas).

Berdampak besar pada perempuan

Youth Generation dianggap perlu berpartisipasi dengan keadaan saat ini serta yang akan terjadi, karena perubahan iklim bukan sekadar cerita belaka, tapi benar-benar nyata.

Perubahan iklim menjadi momok di tahun-tahun ke depan terutama pada tahun 2050. Karena itu, partisipasi dari generasi muda dalam menanggulangi isu tersebut sangat penting. Baik itu melalui pendidikan, pelatihan, serta upaya peningkatan kesadaran publik.

“Gerakkanlah kaki yang telah diberikan untuk mengurangi emisi serta gunakanlah transportasi umum untuk mengurangi gas rumah kaca,” ujar Chalid Muhammad, Ketua Institut Hijau Indonesia saat membuka acara.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2