Mengurai Kemisteriusan Penguin Jambul Tegak dan Penyebab Ancaman Kepunahannya

Klikhijau.com - Penguin jambul tegak atau Eudyptes sclateri terbilang cukup unik dan misteri. Bagaimana tidak, satwa endemik Selandia Baru ini akan bertelur setiap tahun. Telurnya hanya dua, namun ked...

Mengurai Kemisteriusan Penguin Jambul Tegak dan Penyebab Ancaman Kepunahannya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Penguin jambul tegak atau Eudyptes sclateri terbilang cukup unik dan misteri. Bagaimana tidak, satwa endemik Selandia Baru ini akan bertelur setiap tahun. Telurnya hanya dua, namun kedua telurnya tak menetas semua. Hanya satu telur saja yang menetas.

Cara itu merupakan strategi pemuliaan dari penguin ini. Tingkah laku itu terkesan sebagai ketidakpedulian yang angkuh satwa ini terhadap telurnya.

Telur yang jadi korban adalah yang pertama, yang sering kali gagal mereka erami atau membiarkannya keluar dari sarang dan dihancurkan atau dimakan oleh burung laut yang mengais-ngais.

Tingkah laku penguin jambul tegak itu membuat para ahli biologi kebingungan oleh strategi reproduksi yang terbilang sia-sia itu.

Di balik keunikannya itu, ada hal miris yang mengiringi perjalanan penguin berukuran sedang ini, yakni  telah terdaftar oleh IUCN sebagai terancam punah.

Belum lama ini, Lloyd Davis dari Universitas Otago di Selandia Baru, dan rekan-rekannya dari beberapa lembaga penelitian Selandia Baru yang berbeda,  menerbitkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 1998.

Penelitian itu mengenai perkembangbiakan penguin jambul tegak di Kepulauan Antipodes. Kepulauan ini  adalah pulau tak berpenghuni dan kurang ramah pengunjung di tenggara Selandia Baru.

Data pada penelitian yang dilakukan hampir 25 tahun yang lalu itu, belum pernah dipublikasikan sebelumnya sama sekali.

Menariknya hasil penelitian tersebut tetap menjadi dokumentasi paling lengkap dan mendalam tentang perilaku pengembangbiakan penguin jambul tegak hingga saat ini. Hasil penelitian tersebut kini dipublikasikan di jurnal PLoS ONE .

Dalam penelitian itu, 270 penguin dalam satu koloni ditangkap dan ditandai dengan kode unik yang bisa dibaca oleh pengamat dari jarak jauh. Setelah ditandai, penguin ak diganggu lagi tetapi perilaku mereka di koloni dipantau selama 249 jam pengamatan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2