Menghirup Aroma Alam pada 'Jalan Menuju Jalan' dari Rahman Arge

Klikhijau.com –  Rahman Arge lahir pada tanggal  17 Juli 1935 di Makassar.  Selain berprofesi sebagai penulis, Rahman Arge juga adalah  seorang wartawan dan  politisi. Semasa hidupnya ia cukup prod...

Menghirup  Aroma Alam pada 'Jalan Menuju Jalan' dari Rahman Arge
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Rahman Arge lahir pada tanggal  17 Juli 1935 di Makassar.  Selain berprofesi sebagai penulis, Rahman Arge juga adalah  seorang wartawan dan  politisi.

Semasa hidupnya ia cukup produktif. Ia tidak hanya menulis cerpen dan puisi, tapi juga menulis naskah teater. Ia bahkan mampu menghasilkan  11 naskah teater.

Dalam hal teater, Rahman Arge tidak hanya menulis naskah, tapi juga terlibat dalam  sebagai pemain dan sutradara.

Ia pernah meraih Piala Citra sebagai aktor. Sebagai politisi, ia pernah satu periode menjabat anggota legislatif. Rahman juga mewakili NU di DPRD Sulawesi Selatan selama tiga periode dari tahun 1977-1992.

Dalam hal puisi', Rahman Arge juga telah melahirkan banyak puisi, salah satu buku puisinya Jalan Menuju Jalan, kumpulan puisi tersebut diterbitkan oleh Rumah Karya Arge pada tahun 2007. Buku kumpulan puisi tersebut memuat beberapa puisi yang beraroma alam, berikut puisinya:

 

Nyanyian Anak Gunung

 

Dari pucuk Lebong anak bukit Malino
Senja mengapung
Dapat kulihat punggung-punggung bangau
Terbang pulang dari sawah-sawah

Lihat, anak-anak sedang menari
Bersama halimun; dijemputnya
Para sahabat alam
Hinggap di sarang-sarang bambu
Berjingkrak-jingkrak anak-anak bernyanyi:

Kondo buleng, kondo buleng
Pangngekeanga bulaeng
Arrappopi asengku
Nakusareko sisikko…*

Ketika tamak orang-orang kota
Menusuk ke bukit-bukit
Punahlah hati bertaut
Bangau-bangau dan anak-anak

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2