Mengatasi Ancaman Mikroplastik di Laut dengan Robot Ikan

Klikhijau.com – Inovasi di bidang teknologi terus menanjak. Penciptaan robot hanyalah salah satu inovasi yang memungkinkan pekerjaan manusia lebih mudah. Bukan hanya itu, robot memungkinkan pula me...

Mengatasi Ancaman Mikroplastik di Laut dengan Robot Ikan
Bacakan Artikel

Dapat mengumpulkan mikroplastik

Robot proof-of-concept ini memiliki kecepatan berenang maksimum 2,67 panjang tubuh per detik. Kecepatan itusebanding dengan plankton. Itu mewakili kinerja yang lebih baik dari sebagian besar robot lunak buatan.

Hal yang paling mengejutkan dari robot ini adalah saat berenang ia dapat mengumpulkan mikroplastik di dekatnya.

Robot ini terbuat dari bahan yang berinteraksi dengan logam berat, pewarna, dan antibiotik yang menempel pada mikroplastik.

Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan mikroplastik menempel pada tubuh ikan, sehingga pencemarannya di lautan bisa diatasi.

“Setelah robot mengumpulkan mikroplastik di dalam air, para peneliti selanjutnya dapat menganalisis komposisi dan toksisitas fisiologis mikroplastik,” kata Wang seperti dikutip dari Ecowatch.

Lebih banyak pekerjaan perlu dilakukan sebelum robot benar-benar berenang menyerap mikroplastik. Saat ini, ia hanya dapat berenang di permukaan air, tetapi para ilmuwan berharap dapat mengembangkan versi yang dapat menyelam ke kedalaman yang lebih dalam.

Menurut American Chemical Society penemuan itu bisa mengatasi beberapa kesulitan cara mengeluarkan mikroplastik dari laut, seperti mengeluarkannya dari celah-celah karang.

“Saya pikir nanoteknologi sangat menjanjikan untuk jejak adsorpsi, pengumpulan, dan deteksi polutan, meningkatkan efisiensi intervensi sekaligus mengurangi biaya operasi,” kata Wang kepada The Guardian.

Inspirasi robot

Apa yang menginsipari sehingga robot itu tercipta? Menurut BBC Science Focus Magazine bahan robot ini sebagian terinspirasi oleh alam.

Para peneliti mengambil inspirasi itu dari mutiara, bahan yang melapisi bagian dalam cangkang kerang. Mother-of-pearl, atau nacre, dibangun berlapis-lapis.

Para ilmuwan kemudian merancang robot dengan cara yang sama, sesuatu yang membuatnya cukup fleksibel untuk bergerak tetapi cukup kuat untuk bertahan.

American Chemical Society membocorkan bahwa cara membuat robot ini, pertama mereka membuat nanosheet molekul -siklodekstrin menjadi graphene tersulfonasi. Ini kemudian dimasukkan ke dalam campuran lateks poliuretan dan bahan akhir dibuat menggunakan pelapisan.

Hal yang unik lainnya dari robot ini, selain bisa berenang cepat dan “memakan” plastik, juga  dapat menyembuhkan dirinya sendiri dan tampil pada 89 persen dari kemampuan aslinya.

Penemuan itu tentu menjadi kabar yang baik, khususnya dalam mengatasi mikroplastik yang banyak menghuni lautan dan membahayakan biota laut.

Meski begitu, melansir upi.edu, dengan luas lautan mencapai 361 juta km2 dan daratan 149 juta km2. Itu artinya luas lautan 71 % dan luas daratan 29 % dari luas permukaan bumi. Sehingga upaya menanangi mikroplastik di laut dengan robot ikan sangat mungkin hanya berdampak kecil.

Cara paling efektif mengatasi mikroplastik adalah berhenti membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik dan juga mengurangi konsumsi barang yang terbuat dari plastik.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2