Perihal Agama Hijau dan 6 Prinsip Mengenainya

Klikhijau.com – Agama Hijau atau greendeen adalah konsep beragama yang berpihak pada lingkungan. Konsep ini dicetuskan oleh Ibrahim Abdul-Matin melalui bukunya –greendeen-Inspirasi Islam dalam Menjaga...

Perihal Agama Hijau dan 6 Prinsip Mengenainya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Agama Hijau atau greendeen adalah konsep beragama yang berpihak pada lingkungan. Konsep ini dicetuskan oleh Ibrahim Abdul-Matin melalui bukunya –greendeen-Inspirasi Islam dalam Menjaga dan Mengelola Alam.

Matin mengungkapkan bahwa konsep tentang Agama Hijau menuntut kita untuk menerapkan Islam seraya menegaskan hubungan integral antara keimanan dan lingkungan, atau dengan seluruh semesta.

Islam bagi Matin tidak hanya menaruh perhatian kepada persoalan spiritual dan interaksi dengan sesama, tetapi juga menginspirasi umat untuk peduli kepada alam.

Karenanya, Agama Hijau adalah jalan ruhani sekaligus sebagai jalan ilmiah yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan. Dalam Islam tidak ada yang bertentangan antara ajaran Islam dan ilmu pengetahuan.

Dalam buku –greendeen- terungkap bahwa untuk menerapkan konsep agama hijau, kita  harus memahami terlebih dahulu prinsip dan praktik yang menegaskan keserasian Islam dengan pelestarian lingkungan.

Dengan mengutip pendapat Faraz Khan, Matin menelurkan 6 prinsip Agama Hijau yang perlu diterapkan, yakni:



  •  Memahami kesatuan tuhan dan ciptaan-Nya (tawhid)



Hidup dengan cara Agama Hijau berarti memahami bahwa segala sesuatu berasal dari Allah . Kita menyadari bahwa Allah adalah sang Pencipta dan pemeli hara segala sesuatu .

Allah berfirman, Dialah yang Awal dan yang Akhir , yang Lahir dan yang Batin ; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu ( Q.S. al Hadid [ 57 ] : 3 ).

Karena kita berasal dari Allah, dan demikian pula alam semesta ini dan segala sesuatu di dalamnya.



  •  Melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan ( ayat ) di mana saja



Hidup mengikuti prinsip Agama Hijau berarti melihat segala sesuatu di alam ini sebagai tanda (ayat) keagungan Sang Pencipta .

Jika kita cermati, kita akan melihat banyak frasa dalam Al-Quran yang berbunyi " tanda - tanda bagi kaum yang berpikir ". Frasa serupa itu banyak diulang-ulang dalam Al-Quran karena manusia cenderung melupakan fakta tersebut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2