Mengamati Cara Tarsius Bekerja di Alam Membantu Petani

Klikhijau.com - Rimbawan Pecinta Alam, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (Rimpala Fahutan IPB), menggelar seminar nasional. Pengembara 2021, Seminar Nasional Hasil Pengembara...

Mengamati Cara Tarsius Bekerja di Alam Membantu Petani
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Rimbawan Pecinta Alam, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (Rimpala Fahutan IPB), menggelar seminar nasional. Pengembara 2021, Seminar Nasional Hasil Pengembara “Ekspedisi Tanah Mallawa”.

Pengembara adalah singkatan dari Penelitian dan Pengembangan Rimpala. Ekspedisi menelisik Tarsius fuscus di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Seminar nasional secara daring ini berlangsung Minggu (13/3/2022).

Rimpala adalah organisasi pecinta alam bagi mahasiswa. Ekpedisi Tanah Mallawa yang berlangsung tahun lalu itu menjadi wujud cinta mereka terhadap alam dan juga nilai ilmiah kehutanan.

Tiga pembicara utama menjadi magnet seminar. Pembicara pertama, Dr. Ir. Abdul Rosyid, M.Si., Dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako, Palu, memaparkan hasil penelitian tarsiusnya di Taman Nasional Lore Lindu. Chaeril, S.Hut., M.P., mewakili Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, menyiarkan kebijakan tata kelola taman nasional. Desi Amelia, Tim  Lapang Ekpedisi Tanah Mallawa, memaparkan hasil pengembaraan mereka.

Adapun judul pengembara kali ini: “Karasteristik Habitat dan Preferensi Lokasi Sarang Tarsius fuscus di Resor Mallawa, Taman Nasional Bantimrung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.” Rahmia Nugraha, S.Hut., M.Sc., selaku moderator, memandu jalan seminar dengan apik.

Antuasisme peserta seminar begitu terlihat. Rimpala selaku penitia telah bekerja keras menyiapkan seminar. Termasuk dalam hal menebarkan undangan via akun Instangramnya: @rimpala.fahutan.

Tak heran jika kemudian peserta seminar membeludak. Saya sempat memantau jumlah peserta. Pertengahan seminar, peserta tembus 220 orang. Antusias peserta juga terlihat saat diskusi. Mengajukan pertanyaan langsung kepada pembicara. Tak sedikit juga dari peserta, melayangkan tanya di kolom komentar Zoom.

Tak hanya melalui Zoom, panitia pun menyediakan siaran langsung melalui Youtube. Menjadi pilihan peserta untuk menyimak. Apalagi jika tak berkesempatan mendaftar, Youtube-lah jadi pilihan.

Pekan kedua bulan Maret 2022, menjadi momen yang saya tunggu. Mengikuti hasil ekspedisi mahasiswa pecinta alam IPB itu. Meski berlangsung di hari libur, tak menyurutkan hati membuka aplikasi pertemuan daring.

Materi pertama, sudah membuka cakrawala pengetahuan. Presentasi Abdul Rosyid, telah menambah khasanah pengetahuan perihal tarsius. Satwa primata termungil sejagat raya. Ukurannya begitu mini, hanya seukuran telapak tangan orang dewasa.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2