Mencemaskan, Kini Laut Terdalam di Dunia pun Mulai Dihuni Plastik

Klikhijau.com – Dalam film  film Aquaman ada satu adegan “pengembalian” sampah dari laut ke pantai. Pengembian itu dilakukan oleh Raja Orm. Sampah-sampah dari laut kemudian menyesaki pantai. Adegan...

Mencemaskan, Kini Laut Terdalam di Dunia pun Mulai Dihuni  Plastik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Dalam film  film Aquaman ada satu adegan “pengembalian” sampah dari laut ke pantai. Pengembian itu dilakukan oleh Raja Orm. Sampah-sampah dari laut kemudian menyesaki pantai.

Adegan itu bukan sekadar fiksi, sebab kenyataannya laut memang telah dipenuhi sampah, khususnya sampah plastik. Jika kita berjalan ke pantai, kita dengan mudah menemukan sampah plastik berserakan.

Apakah sampah plastik hanya di pantai atau di permukaan laut saja? Rupanya tidak, seorang penjelajah laut asal Texas menemukan sampah plastik saat menjelajahi tempat terdalam di bumi dengan kapal selam khusus.

[irp posts="1742" name="5 Februari, Sejarah Penemuan Plastik Sintesis dan Kisah-kisahnya"]

Adalah Caesar Akbar yang menulis artikel tentang hal itu di Tempo.co. Caesar menulis bahwa Victor Vescovo, seorang pensiunan perwira angkatan laut mengatakan, ia menyayangkan penemuan miris tersebut ketika ia turun hampir di kedalaman 10.928 meter ke titik di Palung Mariana di Samudra Pasifik yang merupakan tempat terdalam di Bumi. Penyelamannya menurun 16 meter dari penurunan terdalam sebelumnya di parit itu pada tahun 1960.

Vescovo menemukan spesies yang belum ditemukan saat ia mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi manusia sebelumnya. Pada satu kesempatan ia menghabiskan empat jam di dasar parit, melihat kehidupan laut mulai dari antropoda seperti udang dengan kaki dan antena panjang hingga "babi laut" tembus pandang yang mirip dengan teripang.

"Sangat mengecewakan melihat kontaminasi manusia yang nyata dari titik terdalam di lautan," kata Vescovo, dikutip dari Reuters, 14 Mei 2019.

[irp posts="4799" name="Atasi Sampah Plastik Sungai, Pemerintah Kembangkan Teknologi dari Belanda"]

Sampah plastik telah mencapai proporsi epidemi di lautan dunia dengan sekitar 100 juta ton dibuang di sana hingga saat ini, menurut PBB. Para ilmuwan telah menemukan sejumlah besar plastik mikro di perut mamalia laut yang hidup dalam seperti paus.

Pelayarannya, dalam kapal selam mini bernama The Limiting Factor, adalah bagian dari penjelajahan laut terdalam yang difilmkan Discovery Channel, dijuluki Ekspedisi Five Deeps.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2