Membangun Sistem Pangan Berkelanjutan, Memberdayakan Petani dan Desa

Klikhijau.com - Pandemi Covid-19 yang terhitung sejak bulan Maret 2020 merubah banyak kondisi, tak terkecuali pada sektor pangan. Perubahan kondisi yang terhitung cepat pada saat pandemi seperti se...

Membangun Sistem Pangan Berkelanjutan, Memberdayakan Petani dan Desa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pandemi Covid-19 yang terhitung sejak bulan Maret 2020 merubah banyak kondisi, tak terkecuali pada sektor pangan.

Perubahan kondisi yang terhitung cepat pada saat pandemi seperti sekarang ini, khususnya pada sektor pangan, mampu dijadikan sebuah bentuk pengujian secara langsung atas sistem pangan nasional yang telah berjalan dari waktu ke waktu

Kerawanan pangan akibat shock pandemi ini menunjukkan perlu tatanan sistem pangan yang tidak seluruhnya menyerahkan sistem pangan pada pasar.

Terkait masalah ini, Guru Besar Ekonomi Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika mengatakan, dari sisi kelembagaan, koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) merupakan dua organisasi ekonomi yang paling tepat untuk menggerakkan perekonomian di desa.

Mengutip Bung Hatta, Ahmad Erani mengatakan, koperasi merupakan lembaga yang bisa menempa ekonomi rakyat yang lemah agar menjadi kuat. Kedua, koperasi bisa merasionalkan perekonomian yakni dengan mempersingkat jalan produksi ke konsumsi.

"Koperasi juga merupakan senjata persekutuan kaum lemah untuk mempertahankan hidupnya," tegas Ahmad Erani, dalam seri webinar #Obrolin Pangan Goes to Campus, yang menyapa civitas akademika Universitas Brawijaya, Rabu 30 September 2020.

[irp]

Koperasi di desa

Di era seperti sekarang ini, jelas Ahmad Erani, koperasi bisa berperan penting dalam tiga hal. Pertama, koperasi memperluas nilai tambah dan skala ekonomi dengan memproduksi komoditas dalam jumlah besar.

"Karena pelaku-pelakunya bersekutu di situ, skalanya relatif banyak bukan satuan sehingga konsolidasi lahan bisa dilakukan, produksi bisa ditingkatkan, sehingga proses hiliriasi bisa dilakukan," jelas Ahmad Erani.

Kedua, dengan posisi tawar yang kuat dengan, berkolaborasi dalam koperasi tadi, petani tidak lagi menjadi penerima harga, tetapi petani yang berkumpul, bisa menjadi penentu harga. "Dari situlah nanti kesejahteraan bisa diterima," ujarnya.

Ketiga, koperasi merupakan kolaborasi antarwarga dalam membangun kedaulatan dan kemandirian pangan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2