Membangun Sistem Pangan Berkelanjutan, Memberdayakan Petani dan Desa

Klikhijau.com - Pandemi Covid-19 yang terhitung sejak bulan Maret 2020 merubah banyak kondisi, tak terkecuali pada sektor pangan. Perubahan kondisi yang terhitung cepat pada saat pandemi seperti se...

Membangun Sistem Pangan Berkelanjutan, Memberdayakan Petani dan Desa
Bacakan Artikel

"Koperasi bukan gerakan individu. Kolaborasi antar warga ini menjadi penting untuk mencegah petani saling memangsa, antar desa saling memangsa. Dalam koperasi kekuatan utama adalah saling kolaborasi, jika tidak, maka tidak akan bisa bekerjasama dengan bergandengan tangan, yang suatu saat akan melemahkan koperas itu sendiri," ujarnya.

[irp]

Tentu saja, agar koperasi semakin kuat dan benar-benar mampu menjadi lembaga penguatan perekonomian petani dan desa, haruslah bertumpu pada pilar yang tepat.

Peran BumDes

Ahmad Erani menegaskan, ada lima pilar yang harus menjadi penyangga bagi koperasi. Kelima pilar itu adalah: konsensus bersama antar warga, adanya keterpaduan dari hulu hingga hilir, kelembagaan, komunitas dan dari situ maka keberlanjutan bisa didorong,

Agar koperasi berjalan sebagai lembaga ekonomis, maka operasi koperasi harus memperhatikan beberapa hal berikut.

Pertama, koperasi bergerak pada komoditas/produk yang paling banyak diproduksi/dikonsumsi oleh warga desa. Kedua, komoditas utama desa diperuntukkan bagi anggota (warga desa) terlebih dulu, selebihnya ditransaksikan bagi warga di luar desa.

Ketiga, seiring perjalanan waktu, koperasi yang telah mapan bisa menambah komoditas yang dikelola dan masuk ke proses hilirisasi (mengolah produk yang punya nilai tambah besar). Keempat, semua petani dan sebagian besar warga desa desa (lebih dari 50%) menjadi anggota koperasi.

[irp]

Terakhir, pengurus koperasi bergantian secara periodik. "Tidak diizinkan seseorang menjadi ketua atau pengurus inti dalam kurun waktu yang lama," tegas Ahmad Erani.

Lembaga berikut yang tepat untuk membangun perekonomian desa adalah BUMDES. Seperti koperasi, BUMDES merupakan alat desa untuk menyelenggarakan cabang cabang produksi yang penting bagi desa dan yang menguasai hajat hidup orang banyak di desa.

Ada lima sektor prioritas yang direkomendasikan Ahmad Erani untuk dijalankan BUMDes yaitu pengelolaan sumber daya alam, usaha pengolahan berbasis sumber daya lokal, sektor keuangan, jaringan distribusi, dan pelayanan publik.

"BUMDES jangan sampai masuk ke aktivitas ekonomi yang dijalankan rakyat, seperti katering, atau produksi harian masyarakat, itu jangan, hal seperti itu bisa tetap dikerjakan masyarakat, BUMDES harus masuk ke dalam sektor yang terbatas tadi agar tidak menjadi predator kegiatan ekonomi masyarakat," papar Ahmad Erani.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2