Mengintip Bisnis Pangan Organik yang Bertumbuh di Tangan Petani Muda

Mengintip Bisnis Pangan Organik yang Bertumbuh di Tangan Petani Muda
Mengintip Bisnis Pangan Organik yang Bertumbuh di Tangan Petani Muda. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Klikhijau.com -Sektor pertanian Indonesia sedang berada di persimpangan jalan yang menentukan. Di satu sisi, ancaman penuaan petani (aging farmers) makin nyata membayangi ketahanan pangan nasional. Data Sensus Pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan mayoritas pengelola usaha tani di Indonesia kini didominasi kelompok usia di atas 45 tahun. Sebaliknya, proporsi pemuda berusia 16 hingga 30 tahun yang menggantungkan hidup di sektor ini hanya berada di kisaran 19 hingga 21 persen.

Di sisi lain, pergeseran pola hidup masyarakat pascapandemi justru melipatgandakan permintaan akan produk pangan sehat, aman, dan bebas residu kimia. Pertanian organik muncul sebagai jawaban atas degradasi kualitas tanah dan ancaman emisi gas rumah kaca.

Ketika pasar terbuka lebar, pertanyaan mendasar muncul, siapa yang akan melanjutkan tongkat estafet mengolah ladang, dan bagaimana hasil panen ramah lingkungan tersebut bisa menembus rantai pasok modern?

Dua founder agribisnis muda membedah kebuntuan tersebut dalam Webinar Nasional Isu Pangan Organik bertema "Pelibatan Anak Muda dalam Pertanian Organik" yang diselenggarakan oleh Klikhijau.com secara daring pada Kamis (10/9/2026). Diskusi tersebut menegaskan bahwa daya tarik sektor ini tidak lagi terletak pada cangkul dan kerja fisik semata, melainkan pada inovasi teknologi, kepastian legalitas, dan strategi pemasaran bernilai tambah.


Tembok Sertifikasi dan Akses Pasar

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan