Memantau Keanekaragaman Hewan Melalui Pengumpulan DNA dari Daun

Klikhijau.com -  Kehilangan keanekaragaman hayati global saat ini terus. Hal ini belum pernah terjadi terjadi sebelumnya. Karenanya, sangat penting pelacakan perubahan pada satwa liar. Itu akan mem...

Memantau Keanekaragaman Hewan Melalui Pengumpulan DNA dari Daun
Bacakan Artikel

Klikhijau.com -  Kehilangan keanekaragaman hayati global saat ini terus. Hal ini belum pernah terjadi terjadi sebelumnya.

Karenanya, sangat penting pelacakan perubahan pada satwa liar. Itu akan memberikan informasi bagi strategi pengelolaan adaptif dan melestarikan keanekaragaman hayati.

Selain itu, karena sebagian besar penyakit menular yang muncul berasal dari populasi hewan liar. Perlu adanya pemahaman tentang spesies hewan. Khususnya mana yang ada diperlukan untuk memprioritaskan dan berpotensi mengurangi risiko penyebaran penyakit ke populasi manusia.

Cara yang paling terbaru untuk mengumpulkan DNA hewan adalah dengan mengambil sampel DNA dari daun.

Hal ini diklaim sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology. Studi tersebut mengungkapkan, tim ilmuwan internasional telah menggunakan metode sederhana. Meski sederhana, namun inovatif untuk memantau komposisi spesies di wilayah tertentu.

Caranya adalah dengan  mengambil sampel DNA dari daun. Ini merupakan sebuah teknik yang terinspirasi oleh temuan terbaru bahwa DNA hewan dapat diambil sampelnya dari udara.

Para peneliti menguji ide ini di Taman Nasional Kibale di Uganda, yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya yang kaya dan telah menarik perhatian para ahli biologi selama beberapa dekade.

Berbekal 24 cotton bud, para ilmuwan mulai menyeka daun selama tiga menit dengan masing-masing cotton bud, dengan tujuan mengumpulkan sampel dari sebanyak mungkin daun dalam jangka waktu tersebut.

Jan Gogarten, penulis senior, juga pakar ekologi dan evolusi penyakit menular di Universitas Greifswald mengatakan, jika DNA hewan ada di udara di sekitar kita. Mungkin ia akan mengendap dan menempel pada permukaan lengket seperti daun.

“Hutan hujan dan tumbuhan di dalamnya sering disebut sebagai 'paru-paru dunia'. Bisakah paru-paru planet ini mewakili tempat yang ideal untuk mengambil sampel DNA dari udara?” ujarnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2