Lebih Dekat dengan Greenland, Pulau Es yang Ingin Dibeli Donald Trump

Klikhijau.com - Sekalipun berposisi sebagai  Presiden Amerika Serikat Tak semua keinginan Donald Trump bisa terpenuhi. Meski dengan cara ingin membelinya. Misalnya keinginan Trump membeli Greenland...

Lebih Dekat dengan Greenland, Pulau Es yang Ingin Dibeli Donald Trump
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Sekalipun berposisi sebagai  Presiden Amerika Serikat Tak semua keinginan Donald Trump bisa terpenuhi. Meski dengan cara ingin membelinya.

Misalnya keinginan Trump membeli Greenland, sebuah pulau es. Namun, keinginan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pemerintah setempat.

Ada apa dengan Greendland, sehingga tampaknya, ini bukan pertama kalinya Amerika Serikat bertanya tentang pembelian pulau es itu.

Menurut artikel yang dimuat cnnindonesia, Presiden AS, Harry Truman dilaporkan pernah mencoba membelinya pada tahun 1946, dan pada tahun 1867 Menteri Luar Negeri AS Abraham Lincoln, William Seward, kembali mempertimbangkan gagasan itu.

Barangkali ada hal yang sangat istimewa di pulau es itu bagi AS. Namun, saya tak akan membahas apa itu. Saya hanya ingin membeberkan fakta Greenland seperti yang dipublikasikan oleh cnnindonesia.com berikut ini:



  • Terisolasi



Menurut Britannica, pada awal abad ke-21, pertumbuhan populasi adalah nol di Greenland. Penyebabnya diduga karena dingin yang membekukan. Hal itu mungkin menjelaskan mengapa tidak ada yang bermukim ke Greenland.

Hanya sekitar 56 ribu orang yang tinggal di Greenland, menjadikan populasinya sekitar 157 kali lebih kecil dari London, menurut data Kantor Statistik Nasional Inggris. Luasnya hanya 20 persen dari 836.300 mil persegi negara itu dihuni oleh manusia.

Terlebih lagi ketiadaan akses darat yang utama. Badan Pariwisata Greenland, situs web pariwisata resmi negara itu, merekomendasikan turis naik pesawat, helikopter atau kapal untuk berkeliling.



  • Titik nol perubahan iklim



Menurut sebuah studi 2018, Greenland kehilangan 110 juta selimut es seukuran kolam renang Olimpiade setiap tahunnya.
Selimut es yang mencair di Greenland mengancam hampir setiap kota pesisir di Bumi, dari Miami hingga Cape Town.

Menurut laporan CNN pada 2017, air lelehan dari selimut es Greenland yang menyusut adalah "kontributor terbesar saat ini terhadap kenaikan permukaan laut global - dua kali lipat dari Antartika."

Es yang mencair di laut bahkan bisa membuang gravitasi dan rotasi Bumi yang menentukan bagaimana air lelehan didistribusikan.

Pencairan telah meningkat di Greenland saat suhu naik di Kutub Utara, yang memanas dua kali lebih cepat dari sisa planet ini.



  • Musim panas yang beku



Berbeda dengan Islandia, Greenland diselimuti es bahkan saat musim panas di bulan Juli. Kisah mengenai Viking yang membalik nama Greenland dan Islandia agar orang tersesat benar adanya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2