Lalat Buah, Sang Penyerang Buah dan 5 Fakta Menarik Tentangnya

Klikhijau.com – Lalat buah (Bactocera sp) merupakan hama yang tak disukai petani karena menyerang tanaman buah seperti cabai, belimbing, mangga, kopi dan lainnya. Serangga ini kerap menjadi penyebab g...

Lalat Buah, Sang Penyerang Buah dan 5 Fakta Menarik Tentangnya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Lalat buah (Bactocera sp) merupakan hama yang tak disukai petani karena menyerang tanaman buah seperti cabai, belimbing, mangga, kopi dan lainnya. Serangga ini kerap menjadi penyebab gagal panen.

Melansir Greeners.co, lalat buah merujuk pada dua spesies yang berbeda, yaitu lalat cuka (pomace fly) dari famili Drosophilidae dan lalat buah (true” fruit fly) dari famili Tephritidae.

Hingga kini, terdapat kurang lebih 5.000 spesies lalat yang sudah dideskripsikan dan terbagi dalam 500 genus. Dari jumlah spesies tersebut, sebagian besar digolongkan sebagai hama, misalnya genus Bactrocera.

Bactrocera spp. merupakan hama yang sangat merugikan pada tanaman hortikultura. Hama satu ini menyukai iklim tropis bahkan populasinya dapat meningkat pesat saat musim hujan.

Lalat buah dapat hidup dan berkembang pada suhu 10-30°C dan telurnya pada suhu antara 25-30°C. Sementara, telur-telurnya dapat menetas dalam waktu yang relatif singkat yaitu 30-36 jam. Serangga ini dapat menghasilkan 100-120 butir setiap kali bertelur.

Jadi bisa dibayangkan betapa cepatnya perkembangbiakannya. Selain itu, berikut 5 fakta unik tentang lalat buah yang menarik Anda ketahui:

#Suka masuk rumah

Pernahkah Anda menjumpai ada lalat besar yang berkerumun pada sisa-sisa makanan, terutama sampah perut ikan? Diantaranya boleh jadi ada lalat buah.

Yah. Secara morfologi, jenis satu ini memang mirip dengan lalat rumah. Bedanya dapat dilihat pada adanya kombinasi warna hitam keabu-abuan, kuning dan orange kecoklat-coklatan.

Serangga ini memiliki tubuh berbuku-buku juga antenna dan kakinya. Sedangkan kepalanya berbentuk bulat lonjong. Pada beberapa spesies lalat buah terdapat noktah (titik kecil) warna khas yang digunakan untuk membedakannya dengan spesies yang lain.

Beberapa spesiesnya bahkan dapat dikenali melalui noktah hitam pada bagian depan wajah yang disebut dengan facial spot.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2