KPA Mentari Sinjai: Konfigurasi Antara Alam, Seni dan Spiritualitas

“Tidak perlu menjadi pahlawan untuk melakukan sesuatu yang hebat, sebab bersaing dengan manusia lain hanya akan mendapatkan piala biasa saja. Kita hanya butuh motivasi, tujuan yang menantang untuk mel...

KPA Mentari Sinjai:  Konfigurasi Antara Alam, Seni dan Spiritualitas
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Tidak perlu menjadi pahlawan untuk melakukan sesuatu yang hebat, sebab bersaing dengan manusia lain hanya akan mendapatkan piala biasa saja. Kita hanya butuh motivasi, tujuan yang menantang untuk melakukan sesuatu yang hebat”

Klikhijau.com - Itulah narasi penyemangat yang sering dipercakapkan di komunitas ini. Namanya Kelompok Pencinta Alam (KPA) Mentari Sinjai. Sebuah komunitas yang anggotanya mayoritas adalah anak-anak muda dengan visi yang sama yakni menebarkan semangat hidup lestari.

Didirikan pada tanggal 11 Februari 2001 oleh lima belas anak-anak muda Sinjai antara lain; Akmal Juhaepa, Wahid, Rudi Mudi, Udin dan lainnya. Komunitas yang bermarkas di Jalan AP Pettarani Kota Sinjai ini telah digandrungi lebih dari seratus orang anggota.

Peminatnya kebanyakan mahasiswa, pemuda dan pelajar di Sinjai. Mereka direkrut melalui tahapan yang cukup panjang.

[irp posts="1479" name="Cinta, Harmoni dan Percakapan Semesta di Sekolah Alam Bawakaraeng"]

Mulai dari pendidikan dasar (indoor dan outdoor) hingga pemberian nomor anggota yang ditandai dengan penyematan slayer secara simbolik sebagai anggota penuh.

Mendaki

Ketua KPA Mentari Sinjai, Muhammad Asfar menuturkan, komunitasnya memiliki pembeda tersendiri karena menggambungkan antara alam, seni dan spiritualitas.

Makna "Mentari"

Frase ‘mentari’ itu sendiri ternyata memiliki arti khusus yakni ‘mental alam seni dan religi’. “Kami tidak hanya sekadar mendaki gunung, sesekali kami turun aksi pengajian dan berkesenian,” katanya.

Tradisi yang kental dengan religiusitas di komunitas ini ditunjukkan dengan tetap berdisiplin beribadah, terutama shalat lima waktu walau sedang berjelaga di ketinggian.

 KPA Mentari Sinjai, salat tetap paling utama

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2