DAS Jeneberang Kritis, Begini Masukan Walhi Sulsel

Klikhijau.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan merilis hasi riset dan kajian perihal potensi bencana di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang Gowa. Sejauh pengamatan Walhi, kawasa...

DAS Jeneberang Kritis, Begini Masukan Walhi Sulsel
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan merilis hasi riset dan kajian perihal potensi bencana di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang Gowa.

Sejauh pengamatan Walhi, kawasan itu sangat kritis dan membutuhkan rehabilitasi serius. Bila tidak, bencana banjir akan berulang dan lebih besar di tahun yang akan datang.

Direktur Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin, menegaskan, resapan atau tangkapan air di DAS Jeneberang sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan oleh massifnya kerusakan lingkungan di kawasan itu.

Dari total 78480 hektare luas area DAS Jeneberang, penggunaan lahan serapan air hingga sekarang tinggal 17,8 persen.

โ€œAda 83 persen lebih lahan digunakan sebagai aktivitas di luar fungsi hutan. Detailnya, 28 persen digunakan sebagai area persawahan, 8,9 persen kawasan penduduk, 41 persen area pertanian holtikultura, 1,3 persen waduk Bili-bili dan 3,5 persen aktivitas lainnya,โ€ jelas Amin.

[irp posts="1564" name="DAS Bermasalah Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel"]

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: