DAS Jeneberang Kritis, Begini Masukan Walhi Sulsel

Klikhijau.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan merilis hasi riset dan kajian perihal potensi bencana di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang Gowa. Sejauh pengamatan Walhi, kawasa...

DAS Jeneberang Kritis, Begini Masukan Walhi Sulsel
Bacakan Artikel

Itu artinya daya dukung DAS Jeneberang semakin tidak memadai. Hasil pemetaan Walhi menunjukkan, terdapat delapan titik erosi dan longsoran yang terjadi di sepanjang DAS Jeneberang.

Erosi dan longsoran itulah yang kemudian membawa material lumpur di dalam aliran sungai.

โ€œMaterial lumpur yang tergerus atau sedimentasi berkumpul di waduk. Itulah yang menyebabkan terjadinya pendangkalan. Proses inilah yang kemudian menimbulkan banjir di Maros dan Makassar,โ€ kata Al Amin.

Menurut Walhi, kurangnya perhatian pemerintah dalam pemulihan DAS Jeneberang menjadi faktor utama. Padahal, pengelolaan DAS telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012.

Di dalamnya menekankan dua perihal, DAS yang dipulihkan daya dukungnya dan DAS yang dipertahankan daya dukungnya.

โ€œPemerintah Provinsi Sulsel gagal melaksanakan PP terkait pengelolaan DAS. Padahal, sebenarnya representasi dari PP itu juga tertuang di dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2015. Khususnya soal menjaga fungsi DAS Jeneberang sebagai resapan serta sumber air bersih bagi masyarakat,โ€ tutur Al Amin.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: