Keanehan yang Nyata, 6 Hewan Ini Kawin Sekali Saja Lalu Mati

Klikhijau.com – Dunia hewan selalu melahirkan kejutan. Termasuk dalam hal kawin. Beberapa hewan akan kawin berulang kali sebelum menemui kematiannya. Namun, ada juga hewan yang hanya kawin sekali s...

Keanehan yang Nyata, 6 Hewan Ini Kawin Sekali Saja Lalu Mati
Bacakan Artikel

Lebah jantan memiliki tugas “mulia”  yakni mengawini lebah ratu muda. Tujuannya untuk membentuk koloni.

Ketika ada yang menang atau terpilih mengawini sang ratu,  ia akan menggenggam sang ratu lebah. Dalam proses reproduksi lebah madu jantan terbilang ekstrim, karena terjadi di udara saat ratu lebah terbang mencari pasangannya.

Nah, setelah proses pembuahan ujung endhophallus lebah jantan tertinggal di saluran reproduksi ratu lebah. Hal itulah yang akan  menyebabkan perut lebah madu jantan pecah.

Setelah proses kawin setelah, kejadian selanjutnya bisa ditebak, si lebah jantan akan jatu ke tanah dan mati.

Lebah termasuk suku atau familia Apoidae dan ordo Hymenoptera, yakni serangga bersayap selaput).

Di dunia cukup banyak spesies lebah, kira-kira  20.000 spesies yang tersebar di seluruh dunia, kecuali di  Antartika.



  • Gurita laut dalam



 Graneledone Boreopacifica atau gurita laut dalam merupakan hewan yang proses reproduksinya layak ditangisi karena menyedihkan.

Ketika gurita laut dalam telah kawin dan bertelur. Ia akan diam menjagai telurnya dengan sangat setia, bahkan relah tanpa makan apa pun hingga kematian menjemputnya.

Salah satu penelitian tentang gurita dalam laut, yakni Popular Science mengungkapkan, gurita akan menjaga telurnya selama lebih dari 50 bulan lamanya.

Selama masa itu, ia tidak makan apa pun kemudian hidupnya akan berakhir dengan mati. Namun, menurut kumparan, . Gurita jantan dan betina (tanpa menyebut gurita laut dalam) akan mati setelah kawin.

Gurita yang pertama mati adalah si jantan, ia mati beberapa bulan setelah kawin. Sedangkan si betina akan mati tak lama setelah telurnya menetas.



  • Bunglon labord



Bunglon labord adalah bunglon kecil dari Madagascar. Ia termasuk spesies kadal dalam keluarga Chamaeleonidae.

Hewan ini pun hanya sekali kawin seumur hidup, lalu mati setelahnya. Ia akan menghabiskan dua per tiga hidupnya di dalam telur.

Dan setelah menetas, Bunglon labord  akan bereproduksi dan mati. Kematiannya bahkan tidak dilihat oleh keturunannya.

Kris Karsten salah satu peneliti dari Oklahoma State University mengatakan, bunglon labord betina sebelum mati, akan menghasilkan sekitar selusin telur.

Proses inkubasinya terjadi selama delapan bulan baru menetas. Siklus itu turun temurun-- terulang pada keturunannya, yakni dari tumbuh dewasa, kawin, menyimpan telur,kemudian mati.



  • Salmon Pasifik



Oncorhynchus merupakan nama ilmiah dari ikan salmon. Ada dua jenis salmon yang terkenal di dunia, yakni salmon fasifik, yakni salmon yang hidup di samudera Pasifik dan salmon yang dihidup di Samudera Atlantik.

Salmon pasifik juga dikenal dengan salmon liar. Salmon ini kualitas bagus di antaranya,  salmon coho,  merah muda, chinook, dan salmon sockeye.

Siklus hidup dari salmon pasifik ditandai dengan satu sifat reproduksi penting bernama ‘semelparity’. Itu berarti salmon pasifik bertelur hanya sekali saja lalu mati.

Penyebabnya adalah adanya perubahan hormon plasma, termasuk hormon reproduksi dan juga kortikosteroid yang berorientasi pada keberhasilan reproduksi.

Hal itu akan berakibat pada penuaan yang cepat dan juga kerusakan fisiologis, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada ikan salmon pasifik.

Belalang sembah

Secara ukuran, belalang yang masuk ke ordo montodea ini memiliki perbedaan antara jantan dan betina.

Belalang sembah betina, ukurannya lebih besar daripada jantan. Ketika kawin, si  betina akan menggigit kepala si jantan.

Karena  memakan tubuh pasangannya usai proses reproduksi, rupanya dapat memproduksi lebih banyak telur dari si betina.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2