Intip 5 Gaya Hidup Ramah Lingkungan ala ‘Tokopedia Hijau’

Klikhijau.com - Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) mengungkapkan volume sampah di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 28,7 juta ton.* “Mengurangi volume sam...

Intip 5 Gaya Hidup Ramah Lingkungan ala ‘Tokopedia Hijau’
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) mengungkapkan volume sampah di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 28,7 juta ton.*

“Mengurangi volume sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Tokopedia dalam mendukung ‘Misi Nol Sampah GoTo 2030’, misalnya, telah menghadirkan gerakan Tokopedia Hijau. Melalui gerakan ini, Tokopedia mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Public Affairs Senior Lead Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan.

 Aditia menambahkan, “Tokopedia terus mengedukasi penjual mengenai pentingnya penerapan bisnis yang lebih ramah lingkungan. Kami juga mengajak dan membantu masyarakat dalam berperan aktif menjaga lingkungan dengan membeli produk yang lebih ramah lingkungan lewat halaman khusus Tokopedia Hijau.”

Produk Ramah Lingkungan Makin Digemari, Jumlah Transaksi lewat Tokopedia Hijau Naik >3,5 Kali

“Tokopedia Hijau terbukti meningkatkan animo masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia untuk membeli produk ramah lingkungan. Bengkalis (Riau), Banyuasin (Sumatera Selatan) dan Temanggung (Jawa Tengah) menjadi beberapa daerah dengan kenaikan tertinggi jumlah pembeli melalui halaman khusus Tokopedia Hijau selama Juni 2023, dengan peningkatan rata-rata lebih dari 3 kali lipat,” jelas Aditia.**

Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia juga terlihat makin sadar dalam memilih produk ramah lingkungan. “Sungai Penuh (Jambi), Trenggalek (Jawa Timur) dan Tanah Bumbu (Kalimantan Selatan) menjadi beberapa daerah dengan kenaikan tertinggi transaksi melalui Tokopedia Hijau selama Juni 2023, dengan peningkatan rata-rata lebih dari 3,5 kali lipat,” ujar Aditia.

“Di sisi lain, oat, kapas dan tisu, serta sabun mandi menjadi beberapa produk eco friendly yang paling laris dibeli masyarakat melalui Tokopedia Hijau selama kuartal II 2023,” kata Aditia.

5 Cara Mulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan ala Tokopedia Hijau

Masyarakat bisa mengambil andil dalam melestarikan lingkungan dengan mulai menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Tokopedia melalui Aditia mengungkapkan lima tips serta rekomendasi UMKM lokal yang berjualan produk eco friendly lewat Tokopedia Hijau.

1. Pakai tas belanja daur ulang demi mengurangi limbah kantong plastik


Meminimalkan penggunaan kantong plastik adalah salah satu cara sederhana mengurangi jumlah sampah plastik. Berbagai kota di Indonesia pun sudah mulai mewajibkan seluruh pelaku usaha untuk tidak memberikan kantong plastik secara gratis dan wajib mengurangi penyediaan kantong plastik.

“Mengurangi penggunaan sampah plastik harus dimulai dari diri kita sendiri. Hal pertama yang bisa kita lakukan setiap keluar rumah misalnya membawa tas lipat supaya kita tidak perlu menggunakan kantong plastik atau beli tas baru setiap belanja. Salah satu UMKM lokal di Tokopedia Hijau yang membuat tas lipat ramah lingkungan adalah Recycling village,” kata Aditia.

Recycling village membuat produk tas hasil daur ulang limbah plastik. Dalam membuat produk, Recycling Village memberdayakan perempuan perajin di Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Warna-warni pada produk Recycling Village berasal dari warna sampah plastik yang didaur ulang. Hal ini membuat paduan warna di setiap produk Recycling Village unik.

2. Kurangi limbah tekstil dengan memakai sustainable fashion


Pakaian atau kain dengan kandungan serat sintetis, salah satunya poliester, cenderung lebih sulit terurai sehingga dapat mencemari air tanah. “Demi membantu mengurangi limbah tekstil, gunakan sustainable fashion atau pakaian ramah lingkungan yang lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas produk yang dikeluarkan. Salah satu UMKM lokal di Tokopedia Hijau yang telah menerapkan prinsip ramah lingkungan pada produk fesyennya adalah KaIND,” jelas Aditia.

KaIND didirikan oleh Melie Indarto pada 2015 dan telah menggandeng puluhan perajin dan pembatik serta lebih dari 200 petani di Pasuruan, Jawa Timur untuk menghasilkan benang sutra fabrikasi dengan memanfaatkan budidaya ulat sutra eri. KaIND juga terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan dengan menggunakan pewarna alami di sebagian besar proses produksi.

Sustainable fashion bukan sekadar tren, tetapi harus menjadi masa depan. KaIND mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat untuk mulai beralih ke kain organik demi mendorong geliat industri lokal fesyen yang lebih ramah lingkungan,” ujar Melie.

3. Ganti sendok dan garpu plastik dengan peralatan makan yang lebih eco friendly


Masyarakat bisa berkontribusi lebih jauh terhadap upaya pengurangan limbah plastik dengan tidak menggunakan sendok, garpu dan gelas minum yang terbuat dari plastik. “Lekuk by Mendekor, salah satu contoh UMKM di Tokopedia Hijau, memanfaatkan bahan baku alami, seperti tanah liat dan bebatuan, untuk membuat berbagai alat makan yang eco friendly,” jelas Aditia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2