Gletser di Puncak Jaya akan Hilang, Indonesa Patut Berduka

Klikhijau.com – Sekali mencair, laju penyusutannya sulit dihentikan. Begitulah sifat gletser yang cukup rumit dan sensitif. Karena sifat sensitifnya itulah, sejumput gletser di Puncak Jaya, Papua m...

Gletser di Puncak Jaya akan Hilang, Indonesa Patut Berduka
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

"Karena lokasi gletser di Papua yang relatif rendah, ia akan menjadi yang pertama yang menghilang," kata Lonnie Thompson, Professor di School of Earth Science di Ohio State University yang juga salah seorang penulis studi.

Ia melanjutkan bahwa nasib gletser-gletser ini adalah indikator bagi kondisi iklim di Bumi.

Fenomena penyusutan gletser di Papua dipercepat oleh fenomena cuaca El Nino, yang membawa udara hangat dan memangkas curah hujan.

Bukan hanya puncak jaya

"Situasinya sudah mencapai level yang mengkhawatirkan, karena pembentukan es tidak lagi terjadi, hanya penurunan gletser," kata Permana.

Permana mengakui gletser-gletser ini terancam punah dalam satu dekade atau bahkan lebih cepat, dia yakin akan sangat sulit untuk menyelamatkannya dari kepunahan.

Pertengahan tahun 2019 Islandia mencatat kepunahan gletser pertama ketika Okjökull menghilang di musim panas. Peristiwa itu dinilai sebagai peringatan bagi 400 gletser lain di kepulauan subartik tersebut.

Sementara di jantung Eropa, ilmuwan Swiss melaporkan laju kenaikan emisi CO2 akan memusnahkan 90% gletser di pegunungan Alpina di penghujung abad.

Menurut tim Jarvis, petualang dan pelestari alam asal Australia. Beberapa negara yang memiliki pegunungan yang cukup tinggi untuk gletser bersemayam di puncaknya.

Negara yang dimaksud di antaranya Ekuador, Kolombia, Tanzania, Uganda, Kenya, dan Indonesia. Sebagian besar gletser di negara-negara tersebut diprediksi akan menghilang dalam kurun waktu 25 tahun.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2