Dipeluki Sampah

Dipeluki Sampah   lagu-lagu terus mengalun di kepalamu sebagai gerimis. meminjam seluruh ingatan yang dirampas polusi udara pada sepatu bots yang memanjakan kakimu dari duri jabejabe. kau...

Dipeluki Sampah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

dan kau, kau tak pernah ingin jadi apa pun selain jadi hujan.

"aku bisa tumbuhkan apa saja dengan menjadi hujan," katamu.

hujan kali ini datang, apakah itu kamu? datang menumbuhkan rindu yang tak pergi-pergi ini
hujan terus menguyupkan, tapi bukan kamu yang datang. pohon-pohon, batu besar, reranting, anak anjing dan air berwarna cokelat menimbun kamarku

Tandabaca, 23 Sept 2024

Kabut dan Subuh


kita kita bertemu pada kabut pagi. lalu berbagi napas pada dingin subuh yang hujan
kau memetik bunga kuning yang tumbuh di kepalaku. aku menyaksikan matamu jadi danau tawar. tempat ikan-ikan berenang mencari lumut

semalam kau bercerita panjang sekali. aku mengikuti napasmu hingga lelap.
kau menyukai kabut dan subuh yang dingin dan aku menyukai pelukmu

2024

Mengering Ingatan


 

malam menghuni matamu. seperti cafe yang buka dua puluh empat jam. tempat menjamu semua rindu dan wajah asing

rindu adalah serangkaian perjalanan yang tak pernah berakhir pada pertemuan. rindu selalu mampu berubah wujud jadi musik tengah malam atau sampah plastik yang tak ingin terurai

kau suka beperpergian dengan sampah di kepalamu, juga bekal seutas doa yang terikat dalam napasmu. aku suka mengucapkan aamiin untuk doa-doamu, di dalamnya ada namaku yang pernah kau keringkan dalam ingatanmu jadi kemarau panjang. meranggaskan pohon cengkeh

2024

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2