Deforestasi Meningkat, Antara Komitmen Hijau dan Kepentingan Ekonomi Jangka Pendek

Klikhijau.com — Dalam tiga tahun terakhir, tren kehilangan hutan meningkat setelah sebelumnya sempat menurun drastis pada periode 2017–2021. Laporan Forest  Declaration Assessment (FDA) terbaru yan...

Deforestasi Meningkat, Antara Komitmen Hijau dan Kepentingan Ekonomi Jangka Pendek
Bacakan Artikel

Hutan dibuka untuk menambang bahan baku kendaraan listrik yang diklaim ramah lingkungan. Paradoks ini menunjukkan betapa transisi energi global gagal memutus ketergantungan terhadap praktik ekstraktif yang menghancurkan ekosistem dan komunitas lokal.

Penegakan Hukum

Lebih jauh, kebijakan pemerintah untuk membuka 481 ribu hektare hutan di Merauke dalam program Food and Energy Sovereignty Plan menunjukkan bahwa ancaman deforestasi di masa depan bukan lagi soal kelalaian, melainkan pilihan politik yang sadar. Alih-alih memperkuat perlindungan terhadap hutan alam, kebijakan ini justru memperluas izin agroindustri di wilayah yang selama ini menjadi benteng terakhir keanekaragaman hayati.

Di sisi lain, ketimpangan dalam penegakan hukum semakin memperdalam krisis keadilan lingkungan. Negara masih lebih cepat menindak petani kecil dan masyarakat adat daripada korporasi besar penyebab deforestasi industri. Bahkan tak sedikit masyarakat adat yang mempertahankan hutan dihadapkan pada kriminalisasi dan penggusuran.

“Situasi ini menunjukkan bahwa deforestasi bukan sekadar akibat lemahnya tata kelola, melainkan hasil dari sistem ekonomi dan politik yang menempatkan hutan sebagai korban permanen ambisi global dan domestik. Permintaan dunia atas komoditas berisiko tinggi—sawit, kayu, biomassa, dan nikel—terus tumbuh tanpa mekanisme uji tuntas yang memadai. Negara- negara importir menuntut komoditas bebas deforestasi, tetapi menutup mata terhadap jejak kerusakan di negara produsen.” Timer Manurung, Ketua Yayasan Auriga Nusantara

Indonesia kini berada di persimpangan antara komitmen pada agenda iklim, yang sering ditunjukkan di panggung internasional, dan kepentingan ekonomi jangka pendek, yakni mengejar target pertumbuhan dengan mengorbankan lingkungan.

Pemerintah bisa memilih mempertahankan citra hijau di forum internasional, atau benar-benar menegakkan perlindungan terhadap hutan dan masyarakat yang menggantungkan hidup padanya. Dunia, pada akhirnya, juga harus bercermin: komitmen hijau yang dibangun di atas abu hutan tropis bukanlah solusi, melainkan pengkhianatan terhadap masa depan bumi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2