Buroncong, Kue Pinggiran yang Dirindukan

Klikhijau.com – “Kue apa yang paling berat?”. Mungkin kamu pernah dengar pertanyaan itu setiap main tebak-tebakan. Sebagian orang akan langsung tahu jawabannya, buroncong, sebab sangat sering masuk...

Buroncong, Kue Pinggiran yang Dirindukan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Sudah dua tahun saya jualan di sini,” kata lelaki si penjual buroncong itu, saya tak tanyakan namanya.

Ia berkisah, dulu berjualan di pasar. Dia tak menyebutnya pasar mana, saya juga tak bertanya.

Ia pindah berjualan ke jalan Mirah Seruni karena di pasar mulai tak kondusif sejak penjual ayam masuk.

“Bulu-bulu ayam banyak beterbangan, dan baunya kurang sedap,” keluhnya.

Maka sejak dua tahun lalu. Ia mulai “mangkal” di jalan Mirah Seruni. Menjajakan jualannya. Ia mengaduk sendiri bahannya.

“Bukan adonan jadi saya bawa, jadi jika sudah mulai lapar, saya akan berhenti jualan lalu pulang ke rumah makan dan istirihatan,” lanjutnya.

[irp posts="5980" name="Sedapnya Nasi Berenang yang Ngangenin" di Wonomulyo Sulbar"]

Murah meriah

Buroncong terbuat dari campuran tepung terigu, santan, dan parutan kelapa muda, gula pasir, garam serta penambahan soda kue.

Bentuknya seperti busur mirip kue pukis, namun dengan ukuran lebih besar, panjangnya sekitar tujuh sentimeter dengan tebal berkisar dua sentimeter. Dan dibakar dengan cetakan khusus di atas tungku kayu atau kompor gas.

Cara membuatnya, semua bahan disatukan dalam satu adonan diaduk hingga rata dengan air. Adonannya biasanya agak encer. Setelah adonan siap, masukkan dalam cetakan buroncong yang telah dipanaskan dengan bara api, jangan lupa olesi dulu cetakannya dengan minyak kelapa menggunakan kuas atau daun pisang agar adonannya tak lengket.

Setelah adonannya kelihatan mengembang dan pinngirannya agak berwarna coklat pertanda telah matang. Kue buroncong diangkat menggunakan alat khusus menyerupai gancu.

[irp posts="3101" name="Suka Kuliner Berkuah? Ini 5 Kuliner Berkuah Khas Sulsel yang Harus Kamu Nikmati"]

Karena itu, kue baroncong dikenal dengan kue paling berat di dunia. Buroncong akan lebih enak dinikmati dalam kondisi masih panas.

Buroncong biasanya dijual dengan murah meriah, seribu rupiah perbiji. Tak sulit menemukannya jika ingin menikmatinya, sebab dijajakan di pinggir jalan dengan gerobak seperti yang dilakukan lelaki itu di jalan Mirah Seruni, Makassar.

Katanya, ia bisa memperoleh penghasilan dikisaran dua hingga tiga ratus ribu sekali turun jualan. Tiga ratus ribu kali satu bulan. Hmmm, hitung sendirilah berapa! Dan lelaki itu tak berjualan sampai sore.

Jam jualannya ia batasi, ketika mulai lapar.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2