Biopori, Solusi Murah Meriah Singkirkan Genangan di Antara Kita

Klikhijau.com – Biopori terlihat sederhana. Tapi memiliki manfat besar melerai genangan air saat hujan mengguyur, tapi juga menyiapkan air tanah Selain mengalir, air memiliki sifat untuk meresap. N...

Biopori, Solusi Murah Meriah Singkirkan Genangan di Antara Kita
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Seharusnya banjir dan genangan air tidak perlu ada, terutama di daerah perkotaan. Itu karena dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2009 Tentang Pemanfaatan Air Hujan pasal 3 menyebutkan bahwa setiap penanggungjawab bangunan wajib melakukan pemanfaatan air hujan.

Tapi, nyatanya banjir dan genangan air tetap saja terjadi dan terulang. Khusus genangan,  selain membuat sekitar rumah terasa tidak nyaman, juga bisa menjadi lahan bagi berbagai penyakit, terutama jadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti yang menjadi penyebab demam berdarah.

Dengan teknologi biopori

Pemanfaatan air hujan sesungguhnya dapat dilakukan dengan membuat biopori. Biopori adalah lubang di dalam tanah yang terbentuk karena berbagai aktivitas organisme di dalamnya seperti cacing, rayap,  perakaran tanaman, semut dan fauna tanah lainnya.

Lubang-lubang yang terbentuk tersebut akan terisi udara sehingga dapat menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. (Firlawanti Lestari Baguna, dkk 2021)

Karena itu, salah satu langkah untuk menyingkirkan genangan air di antara kita, yakni melalui teknologi biopori.

Di daerah perkotaan, biopori sangat dibutuhkan. Karena pembangunan semakin massif,  sehingga menyebabkan tingkat alih fungsi lahan semakin tinggi. Hal itu berimbas pula  pada ruang terbuka hijau (RTH) yang  semakin berkurang. Akibatnya ruang resapan air menjadi semakin rendah.

Dampak dari kurangnya RTH dan ruang resapan air adalah bencana banjir pada musim hujan dan kekeringan jika musim kemarau tiba.

Dengan adanya konsep teknologi biopori maka  jumlah resapan air ke dalam tanah bisa meningkat. Teknologi ini  dianggap sebagai  salah satu langkah solutif yang tepat dan murah.

Karena membuat lubang biopori tidak membutuhkan biaya yang mahal, ukuran serta dimensi lubang resapan pun tidak terlalu membutuhkan lahan yang luas.

Teknologi ini bisa  menyesuaikan luasan permukaan tertutup, karakteristik hujan, tinggi muka air tanah,  volume dan efisiensi serapan tanah (Yohana, 2017).

Tidak sebatas menyerap air dan memperbaiki kualitas tanah. Penerapan biopori juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat pengolahan limbah sampah organik. Sampah ini bisa diubah kompos organik (Karuniastuti, 2014)

Sederhananya teknologi ini merupakan metode dalam mengatasi   permasalahan   daya serap  air ke dalam tanah yang semakin menurun.

Teknologi ini  berbentuk menyerupai   liang   atau terowongan   kecil   di dalam   tanah.   Bercabang-cabang dan sangat  efektif  untuk  menyalurkan  air  dan udara  ke  dalam  tanah.

Manfaat  biopori

Setidaknya Arifin   dan Orizanto, (2013) mengemukakan ada lima manfaat teknologi ini, yakni:

  •  Meningkatkan    daya    resap    air,  

  •  Mengubah      sampah      organik      menjadi kompos, 

  • Memanfaatkan  peran  aktivitas fauna    tanah    dan    akar    tanaman,   

  • Mengatasi  masalah  yang  ditimbulkan  oleh genangan    air    seperti    penyakit    demam berdarah     dan     malaria,    

  • Sebagai “karbonsink”  untuk  membantu  mencegah terjadinya   pemanasan   global.


Untuk mendapatkan manfaat seperti di atas. Maka  lubang  biopori harus berfungsi secara  optimal. Karenanya ia   harus  rutin  ditambah dengan  bahan  organik. Hal ini akan menyebabkan lubang resapan biopori  tetap berlangsung  proses  pengomposan  secara  aerobik oleh  mikroorganisme  tanah.

Ada banyak bahan  organik yang    digunakan mengisi lubang biopori, di antaranya sampah dapur rumah   tangga,   potongan   atau   pangkasan tanaman, sisa produksi pertanian yang tidak dimanfaatkan    dan lain sebagainya (Suhaidi dalam Sri Wiedarti dkk, 2015).

Demikian...

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2