Si Kecil Pembawa Petaka yang Bernama Puntung

Klikhijau.com – Ukuran tubuhku kecil. Karena kecil, aku mudah keluar masuk di mulut orang yang mengisapku. Warnaku cokelat, putih, dan hitam. Tapi cokelatlah menjadi warnaku yang paling dominan. Me...

Si Kecil Pembawa Petaka yang Bernama Puntung
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Ukuran tubuhku kecil. Karena kecil, aku mudah keluar masuk di mulut orang yang mengisapku.

Warnaku cokelat, putih, dan hitam. Tapi cokelatlah menjadi warnaku yang paling dominan. Meski aku kecil, tapi dampak yang aku bawa pada lingkungan sungguh buruk. Perkenalkan, namaku puntung rokok.

Iya, aku adalah salah satu sampah yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Apalagi jika aku tidak dikelola dengan baik.

Hal paling miris dari orang-orang yang pernah mengisapku. Aku sangat mudah dibuang setelah setelah batangku habis. Aku adalah batas dari yang harus dikonsumsi oleh para perokok.

Kadang aku di buang di asbak, kadang pula langsung ke lingkungan. Namun asbak dan lingkungan sama saja. Asbak hanya tempat menampungku sebelum dicampakkan ke lingkungan. Karena dari asbak aku kerap dibuang begitu saja pada sembarang tempat, semisal saluran air.

Tubuhku yang ringan membuatku mudah terombang-ambing di aliran air, terbawah hingga jauh, bisa saja perjalananku berakhir di laut dan disantap biota laut.

Pada tahun 2015, seorang peneliti dari Universitas Georgia bernama Jenna Jambeck menemukan jika Indonesia  adalah penyumbang sampah terbesar kedua di laut setelah Cina, yakni 187,2 juta ton sampah. Dan aku adalah salah jenis sampah yang banyak ditemukan.

Penikmat rokok sangat tinggi

Tingkat konsumsi rokok di dunia, termasuk di Indonesia sangat tinggi. Bayangkan saja di Jakarta—Ibukota negara Indonesia tahun 2013 lalu tingkat konsumsinya mencapai sekitar 12,5 miliar batang.

Itu baru satu kota, belum keseluruhannya. Di Indonesia sangat mudah ditemukan orang mengisap rokok, tidak peduli di tempat umum atau bukan. Tidak dihirau sedang ramai atau sepi. Tidak ada batasan usia, baik anak-anak maupun yang telah berusia senja.

Rokok adalah kawan yang dianggap paling setia bagi perokok. Dan aku, yang bagian penting dari rokok, setelah rokoknya habis dilahap api  akan dicampakan begitu saja, seperti pepatah, habis manis sepah dibuang.

Kerap kali aku dibuang dan ditimbun begitu saja di dalam tanah.  Theconversation pernah menyiarkan jika aku, meski kecil tapi bisa jadi penyumbang 30-40% sampah sejak tahun 1980-an. Itu baru sampah yang ditemukan di tempat pembuangan sampah di perkotaan. Belum di pelosok.

Bahaya yang kukandung

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana bisa aku begitu berbahaya bagi lingkungan. Padahal ukuran tubuhku sungguh kecil.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2