Bernostalgia dengan Burung Sepah Raja

Klikhijau.com – Dengan bulu di kepala hingga leher berwarna merah. Burung kolibri jenis sepah raja terlihat menarik dan memukau. Jadi, meski ukurannya kecil, yakni sekitar 13 cm. Ia bisa terlihat deng...

Bernostalgia dengan Burung Sepah Raja
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Pohon kaliandra itu banyak tumbuh di kebun Haji Lallo. Di sanalah kami—anak-anak kampung sering berburu burung. Menembaknya dengan ketapel yang berpeluru batu kerikil.

Salah satu keunggulan berburu burung ini adalah karena ia cukup jinak. Hanya saja karena ukurannya kecil sehingga akan sulit mengenainya.

Burung-burung yang berhasil jadi sasaran tembak ketapel, biasanya kami goreng atau bakar untuk dimakan. Sebab jika dibuang begitu saja, orangtua kerap memarahi kami.

Di Kindang, saya belum pernah melihat ada warga yang memelihara burung ini, meski memiliki warna warna bulu yang cantik. Pun saya tak pernah menemukan sarangnya.

Burung yang bisa ditemukan di daerah dataran rendah hingga pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini. Menyukai nektar bunga, kerap pula ditemukan bertengger pada jantung pisang yang sedang “mekar”

Selain memakan nektar tanaman, burung ini juga memakan serangga kecil. Umumnya burung ini akan memasuki musim kawin saat musim hujan. Namun, dapat pula membiak sepanjang tahun.

Burung madu sepah raja adalah spesies burung dari keluarga Nectariniidae. Jenis ini  termasuk genus Aethopyga. Burung ini merupakan jenis burung pemakan nektar, serangga dan memiliki habitat di semak, perkebunan, hutan.

Perbedaan antara jantan dan betina

Burung-madu sepah-raja memiliki tubuh berukuran sedang, yakni 13 cm. ada perbedaan antara Jantan dan betina. Sepah raja yang jantan berwarna merah terang. Dahi dan ekornya pendek ungu. Sementara perutnya lebih abu-abu gelap.

Sedangkan burung sepah raja betina memiliki warna hijau tua zaitun tua buram. Tanpa sapuan merah pada sayap atau ekor. Iris gelap, paruh kehitaman, kaki kebiruan. Hidup sendirian atau berpasangan.

Burung ini membuat sarang berbentuk kantong, menggantung dekat permukaan tanah, pada tepi hutan atau belukar sekunder. Telurnya berwarna merah jambu, berbintik, jumlah 2 butir. Dan dapat berbiak sepanjang tahun.

Klasifikasi ilmiah


  • Kerajaan: Animalia

  • Filum:  Chordata

  • Kelas:  Aves

  • Ordo:   Passeriformes

  • Famili:   Nectariniidae

  • Genus:  Aethopyga

  • Spesies: A. siparaja


Terbang lalu menghilang

Setelah puas berlompatan dari satu ranting ke ranting lainnya. Burung sepah raja itu pun berpindah ke pohon cengkeh yang lain.

Tatapan saya tetap mengikuti pergerakannya. Hingga akhirnya ia tak lagi tampak, mungkin telah terbang jauh. Menghilang dari penglihatan saya.

Saya kembali meneruskan aktivitas. Sambil menyadari, betapa “kejam”nya saya dulu. Menembaki burung dengan ketapel. Membunuhnya, padahal merekah tak memiliki kesalahan apa pun.

Kesadaran yang bisa dikatakan terlambat datangnya. Kini, saya mencoba menikmati setiap kicau, tarian dan kepakan sayap beburung itu. Apa pun jenisnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2