Benteng Senggang, Potensi Kopi Terbesar Kedua di Bulukumba

Klikhijau.com - Perkampungan Benteng Senggang berada di Kelurahan Borong Rappoa Kindang yang juga merupakan salah satu wilayah ketinggian antara 1.200 hingga 1.500 MDPL. Wilayah terluar Kabupaten Bulu...

Benteng Senggang, Potensi Kopi Terbesar Kedua di Bulukumba
Bacakan Artikel
Anjar S. Masiga

Pegiat Lingkungan. Ia Aktif di Komunitas Kolaborasi Biru

Usai memetik, dilanjutkan dengan fun cupping bersama barista Litten Coffee, Erick menggunakan roastbean hasil panen sebelumnya.  Menikmati seduhan kopi di tempatnya dengan air dari mata air pegunungan langsung memang sensasinya berbeda. Rasanya, aromanya, dan suasananya sulit untuk dideskripsikan. Semua menyeruput jatah kopi tanpa sisa.

Meskipun perkebunan kopi di sini luas tetapi belum menjamin kesejahteraan ekonomi mereka.  Harganya lesu, pembelian oleh tengkulak sangat rendah padahal kopi adalah sumber penghasilan utama bagi masyarakat. Selain karena ulah tengkulak, diakui Nopi, tantangannya karena masyarakat kurang mendapatkan edukasi dalam menjaga kualitas kopi.

"Petani perlu didampingi, kalua kualitasnya pelan-pelan baik maka ekonomi petani bisa lebih baik. Sayang karena ini kebunnya luas dan mungkin ini penghasil kopi terbesar ke dua di Bulukumba," katanya.

Kondisi ekonomi masih mengkhawatirkan

Sekalipun memiliki kebun yang luas, namun sebagian besar petani terlilit utang direntenir membuat kondisinya ekonomi mereka makin tercekik. Misalnya peminjaman 1 juta, itu dibayar dengan kopi 7 kaleng, hitungannya mencapai 150 liter hanya untuk bunga utang. Ada juga yang meminjam sampai 25 juta dengan bayaran perpanen 600 kaleng. Jika tidak mampu membayar maka tanah yang jadi jaminan bisa melayang.

"Kondisi ini seperti bola salju, makin lama makin besar. Ini yang menyiksa juga tapi masyarakat tidak punya banyak pilihan karena akses jalan tidak bagus sehingga sulit memasarkan dengan layak hasil pertaniannya,"sesalnya.

Harga kopi sebelumnya hanya dikisaran 3,5 ribu per liter dalam bentuk ceri.  Pelan-pelan dengan pendampingan yang dilakukan Nopi mendorong naiknya harga kopi kini standarnya 5 ribu per liter dan kadang diharga 6 ribu hingga 6,5 ribu per liter.

Kopi Benteng Senggang, ini tanaman penaungnya mendominasi alpukat, ada kayu manis, dan ada juga tanaman kayu yang menjulang tinggi dengan pohonnya yang dipenuhi buah bulat sejenis pohon loa.  Satu hectare kebun bisa ditumbuhi 500 pohon kopi, dengan perkiraan satu pohon bisa panen sampai 4 liter ceri.

"Tanaman alpukat ini yang sebelumnya sulit karena akses jalan, sekarang kita bantu pemasaran. Dari Harga 5 ribu per kilogram sekarang sudah 10 ribu sampai 15 ribu per kilogramnya," lanjutnya.

Potensi selain kopi ada madu hutan, rotan dan akar gantung. Hanya saja semua memang belum diolah secara optimal jadi harganya masih murah. Beberapa hasil kerajinan tangan dari rotan maupun akar gantung ini memang perlu pelatihan lebih sehingga hasilnya lebih rapi dan makin bervariatif.

Melalui diskusi kopi itu, Nopi berharap akan banyak komunitas atau lembaga yang bisa berkolaborasi dalam membantu mendorong peningkatan SDM dan perekonomian masyarakat di sana.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2