Harga Kopi Bisa Melangit karena Perubahan Iklim

Klikhijau.com – Perubahan iklim bisa mengubah banyak hal. Termasuk harga segelas kopi. Apabila  lapisan es kutub  mencair dan hutan amazon di Brasil menggundul, maka hal itu bisa terjadi dan dampak pe...

Harga Kopi Bisa Melangit karena Perubahan Iklim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Perubahan iklim bisa mengubah banyak hal. Termasuk harga segelas kopi. Apabila  lapisan es kutub  mencair dan hutan amazon di Brasil menggundul, maka hal itu bisa terjadi dan dampak perubahan iklim akan semakin nyata.

Jika dua hal di atas benar-benar terjadi (es kutub mencair dan hutan amazon gundul) bisa dipastikan banyak penikmat kopi akan merasakan dampaknya, karena harga secangkir kopi bisa saja melonjak. Itu disebabkan oleh harga biji kopi yang akan melangit.

Masalah utama harga kopi akan tinggi berpangkal di Brasil. Sebagai penghasil kopi terbesar di dunia,  saat ini Brasil mulai merasakan dampak perubahan iklim denga terjangan cuaca dingin. Temperatur dingin itu menyebabkan kelembapan yang tinggi sehingga menyebabkan kekeringan.

Hal itu diperparah pula dengan serangan pandemi Covid-19 yang membuat rantai pasok terusik.  Saat ini saja, harga kopi telah mencapai $4,44 per kilogram.

Itu merupakan harga tertingga, kemungkinan besar harga tinggi tersebut dipicu oleh serangan cuaca dingin pada bulan Juli lalu yang menyebabkan bagian utama penghasil kopi arabika di Brasil rusak sepertiga dari tanaman kopi mereka.

Masalah lain adalah salju yang sering terjadi di musim panas. Namun tahun ini, petani kopi di sebagian negara bagian Minas Gerais dikejutkan oleh parahnya suhu beku. Hal itu dipicu oleh suhu ekstrim yang terjadi akibat perubahan  di kutub selatan atau antartika yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mendorong cuaca ekstrim

Perubahan iklim tampaknya telah mendorong cuaca ekstrim di Brasil dan bahkan di seluruh dunia. Petani kopi khawatir, negara asal Neymar itu tidak akan pernah kembali ke musim normalnya.

Negara pengoleksi gelar piala dunia terbanyak  itu telah diganggu oleh serangkaian  kekeringan. Brasil tidak lagi memiliki musim hujan yang khas seperti dulu. Dalam satu dekade terakhir iklim Brasil telah berubah.

Andre Selga, salah seorang pedagang kopi di Brasil seperti dilansir dari The Guardian mengatakan bahwa fenomena tersebut belumm pernah dilihat  dan dialami oleh sebagian besar petani.

“Es di daerah itu normal, tetapi tidak pada intensitas itu dan tidak pada ketinggian itu. Saya pernah mendengar tentang petani yang kehilangan segalanya. Semua tanaman. Mereka sedang menunggu sekarang untuk melihat apakah beberapa dari mereka dapat pulih. Mereka telah kehilangan seluruh mata pencahariannya,” ujarnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2