Ban Kendaraan Listrik Keluarkan Polusi 20% Lebih Banyak, Benarkah?

Klikhijau.com – Mata dunia saat ini seolah tertuju pada kendaraan listrik (EV). Kendaraan ini dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengatasi perubahan iklim. Karenanya, pujian terhadap jenis ke...

Ban Kendaraan Listrik Keluarkan Polusi 20% Lebih Banyak, Benarkah?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Mata dunia saat ini seolah tertuju pada kendaraan listrik (EV). Kendaraan ini dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengatasi perubahan iklim.

Karenanya, pujian terhadap jenis kendaraan ini terus mengalir sebagai sebagai solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan. Khususnya yang ditimbulkan oleh mobil bertenaga bensin tradisional.

Namun benarkan demikian? Ada sebuah penelitian terbaru yang meragukan hal tersebut. Keraguan itu terletak pada ban kendaraan listrik ini.

Para ahli telah mengeluarkan peringatan bahwa ban, yang sering diabaikan dalam diskusi tentang polusi, melepaskan sejumlah besar bahan kimia dan mikroplastik ke lingkungan.

Ban kendaraan listrik, khususnya, ditemukan menghasilkan polusi hingga 20% lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin.

Kenapa bisa demikian? Sebabnya karena kendaraan listrik lebih berat. Salah satu faktor kunci yang berkontribusi pada tingkat polusi yang lebih tinggi adalah bobot keseluruhan kendaraan listrik.

Biasanya, mobil listrik lebih berat dan berakselerasi lebih cepat daripada mobil bertenaga gas, yang menyebabkan peningkatan pelepasan partikel kecil ke udara saat ban aus.

Perusahaan riset Emissions Analytics melakukan uji jalan dan menemukan bahwa dalam kondisi berkendara normal. Sebuah mobil bensin membuang sekitar 73 miligram per kilometer dari empat ban baru.

Sebaliknya, kendaraan listrik serupa membuang tambahan 15 miligram per kilometer – peningkatan polusi sekitar 20 persen.

“Peningkatan polusi disebabkan oleh kombinasi bobot kendaraan dan torsi, yang mengacu pada seberapa agresif mobil dapat berakselerasi,” jelas Nick Molden, pendiri dan CEO Emissions Analytics kepada DailyMail.com.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2