Bahaya Sampah Plastik Kini Seperti Hantu yang Bergentayangan

Klikhijau.com – Bahaya sampah plastik tidak lagi bisa dipungkiri di tengah massifnya pemakaian plastik dalam keseharian. Awal kemunculannya, plastik sebenarnya adalah benda yang sangat membantu perada...

Bahaya Sampah Plastik Kini Seperti Hantu yang Bergentayangan
Bacakan Artikel

Jadi semakin massif pemakaian plastik, semakin terancam pula kita kehabisan sumber daya alam. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.

Berdasarkan data Jambeck (2015) Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

[caption id="attachment_14424" align="alignnone" width="640"]Data BPS tentang penangan sampah Data Badan Pusat Statistik mengenai penanganan sampah 2017[/caption]

Sebagian besar atau bahkan dominan dari sampah plastik yang ada tidak terkelola dengan baik. Sebagaian besar masyarakat membakarnya, membuang ke sungai dan lautan. Hanya sebagian kecil yang kemudian didaur ulang untuk pemanfaatan kembali.

Akibatnya, sampah plastik itu telah menjadi ancaman serius. Berikut bahaya sampah plastik yang patut diwaspadai!

Dampak plastik pada lingkungan?


  • Menimbulkan pencemaran tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.

  • Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.

  • Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.

  • Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.

  • Plastik telah membunuh hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut, dan juga ikan-ikan yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya dalam setiap tahunnya. Banyak hewan penyu di kepulauan Seribu yang mati hanya karena memakan plastik yang dikiranya sebuah ubur-ubur, salah satu makanan kesukaan penyu.

  • Sampah plastik yang dibakar akan membuat polusi udara karena ketika plastik dibakar bahan kimia yang menjadi racun akan menyebar ke udara dan atmosfer menjadi terkontaminasi.


Dampak plastik bagi kesehatan?


  • Sampah plastik yang dibakar akan berdampak serius pada kesehatan manusia karena dalam asapnya terkandung zat dioksin dan zat karsinogenik yang apabila dihirup oleh manusia dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan sistem pernapasan, kanker, dan gangguan sistem syaraf.

  • Kemasan plastik yang dipakai untuk membungkus makanan atau minuman panas juga dapat menimbulkan pembengkakan hati.

  • Bahan kimia tambahan yang ada dalam plastik juga dapat menyebabkan gangguan reproduksi.

Ancaman mikroplastik di lautan?

Penelitian Jenna R. Jambeck dari Georgia University pada 2010 menyebutkan, ada sekitar 275 juta ton sampah plastik yang tersebar di seluruh dunia, dengan sekitar 4,7 hingga 12,7 juta ton sampah berada di lautan. Ini artinya, setiap satu menit, sampah plastik yang dibuang ke laut setara dengan satu truk penuh.

Sampah plastik yang berkubang di lautan akan menjelma menjelma menjadi mikroplastik dan tertahan dalam tubuh ikan-ikan. Mikroplastik dapat masuk ke tubuh manusia melalui rantai makanan yang kemudian berdampak serius pada kesehatan.

Menurut Greenpeace, sampah plastik yang menjadi partikel-partikel kecil atau mikroplastik berukuran sebesar 0,3 hingga 5 milimeter. Partikel kecil inilah yang berpeluang masuk ke dalam tubuh menimbulkan beragam penyakit mematikan seperti; kanker, stroke, serta penyakit pernapasan.

[caption id="attachment_1682" align="alignnone" width="800"]Ilustrasi mikroplastik Ilustrasi mikroplastik/foto-nizava[/caption]

Faktanya, penelitian 2015 menyebutkan 3 dari 10 ikan ditemukan micro-plastic di dalam stomach-nya. Data terbaru pada 2019 bahkan disimpulkan bahwa hampir 80 persen ikan telah terkontaminasi micro-plastic.

Studi yang dilakukan US National of Medicine National Institutes of Health mengungkapkan, setidaknya ada 693 spesies di lautan yang terdampak sampah plastik. Diperkirakan ada lebih dari 51 triliun partikel mikroplastik telah mencemari lautan.

Aksi kolaborasi bijak plastik

Oleh sebab itu, gerakan bijak plastik harus terus disuarakan. Dalam praktik yang lebih sederhana dapat dilakukan pada diri masing-masing, seperti pemakaian tumbler, tas belanja, sedotan ramah lingkungan dan lainnya.

Sedangkan di level kebijakan, diperlukan suatu policy yang serius yang dapat mengatasi pemakaian plastik sekali pakai (single use) secara massif.

Pada saat yang sama, pemerintah dan pihak terkait juga harus mendorong alternatif yang lebih ramah lingkungan yang dapat menggantikan peran plastik saat ini. Aktivitas buang sampah sembarangan dan pembakaran sampah di masyarakat juga harus diatasi dengan penguatan regulasi.

Di sini juga perlunya penyadaran dan sosialisasi tanpa lelah dari semua pihak untuk membangun kesadaran masyarakat.

Gerakan bijak plastik dapat dilakukan dengan berupaya keras meminimalkan penggunaannya. Bila harus memakainya harus seiring dengan pola penanganannya agar tidak berdampak pada lingkungan. Selain daur ulang sampah plastik, model-model alternatif seperti ecobrick dan pemanfaatan kembali perlu dijalankan.

Tanpa itu, bahaya sampah plastik akan seperti bom waktu yang terus menghantui manusia dan lingkungan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2