Badai Polusi

Biji Rumput   Kertas ini menyimpan kata yang telah ditulisi seribu tangan Dari satu tangan ke tangan lainnya Kata yang berjatuhan ke bumi Di sana ia terus hidup, berkecambah, bertunas, b...

Badai Polusi
Bacakan Artikel

Di sungai Walennae
Kehidupan mengalir tanpa jeda
Gemercik air membawa pesan kasih
Udara segar mengusap wajah dengan lembut

Namun
di balik keelokan ini
alam merintih pilu

Hutan yang dulunya lebat, kini gersang tandus tak terperi
Danau yang dulu jernih, kini keruh oleh noda
Udara yang dulu bersih, kian sarat polusi.

Kapan kita satukan tangan?
Rajut harapan
Merawat hutan
menjaga sungai
Seperti sepasang doa
Yang memberi tanpa meminta, menjaga tanpa berhenti.

2024

Badai polusi


 

Di tengah alun-alun kota
Kau berdiri gagah
Seperti raja
Rindang di tanah pusaka

Akarmu menjalar seperti tangan yang penuh kasih
Peluk bumi dengan cinta yang tiada bata

Daunmu rindang
Teduhkan segala lelah di jiwa
Di bawah naunganmu
Tak ada terik yang menggigit

Kau adalah cerita-cerita yang tak habis
Ajarkan keteguhan dan kedamaian yang abadi

Pada ranting-rantingmu, angin berbisik pelan.
Sampaikan pesan dari masa lalu
Tentang kehidupan yang begitu tenang
Sepanjang sejarah yang tertulis di akar dan batangmu

Lalu kini
Kulihat engkau merana
Diterpa badai polusi dan tangan jail manusia

Kulitmu yang kasar, terluka oleh waktu,
Keriput dan menua.
Tetapi harapan dan impianmu masih ada.

Mari kupeluk tubuh rentamu
Agar kau kokoh dan tetap tegak berdiri,
Menjadi saksi sejarah
Menjadi peri penjaga bumi ini.

202

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2