6 Tempat Bersejarah Saat ke Hutan Melalui Jalur Tassika di Bulukumba

Klikhijau.com - Hutan yang ada di Bulukumba, khususnya yang berada di Kecamatan Kindang berada di atas gunung. Jika ingin ke sana, bersiaplah untuk mendaki. Karena berada di atas gunung, maka masya...

6 Tempat Bersejarah Saat ke Hutan Melalui Jalur Tassika di Bulukumba
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Hutan yang ada di Bulukumba, khususnya yang berada di Kecamatan Kindang berada di atas gunung. Jika ingin ke sana, bersiaplah untuk mendaki.

Karena berada di atas gunung, maka masyarakat terkadang menyebutnya naik ke borong. Borong adalah bahasa lokal di Bulukumba, khususnya di Desa Kindang yang artinya hutan.

Selain borong, nama lain yang disandangkan pada hutan adalah romang.

Pada hari Minggu, 3 November 2023 lalu, saat saya mendapat kesempatan menjelajahi hutan (untuk pertama kalinya).

Dalam perjalanan kurang lebih enam jam, saya dan rombongan sampai ke parang-parang—tanah lapang atau datar yang ada hutan.

"Dulu tidak ada pohon yang tumbuh di sini," terang Puang Mili, yang jadi penunjuk jalan.

"Makanya dinamai parang-parang karena tidak ada pohon besar yang tumbuh,"

Parang-parang menjadi salah satu titik tujuan dan "akhir" saat naik ke hutan, baik melalui jalur Tassika, Gamaccaya ataupun Tabbuakang, Desa Kahayya.

Saat cuaca cerah, pemandangan di parang-parang akan sangat menakjubkan.

Selain parang-parang, ada beberapa tempat bersejarah atau yang penuh histori yang layak diabadikan saat masuk ke hutan melalui jalur Tassika:



  • Lembanna Cengkeng



Begitu lepas dari kebun warga dan melewati batasnya, itu artinya telah menginjakkan lereng Lembanna Cengkeng.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2