Pramuka dan Rimbawan Makassar Tanam Mangrove di Dermaga Lantebung

oleh -505 kali dilihat
Tak Asal Tanam, Rehabilitasi Mangrove Memerlukan Strategi yang Tepat
Pramuka dan Rimbawan Makassar Tanam Mangrove di Dermaga Lantebung. Foto: Ist

Klikhijau – Pagi-pagi sekali tampak Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung, sudah disesaki orang-orang berbaju coklat. Satu dua dari mereka mengenakan baju bertulis SKMA. Mereka Bersiap lakukan aksi peduli wilayah pesisir. Melakukan aksi tanam bibit mangrove sekitar dermaga Lantebung.

Penanaman mangrove ini berlangsung untuk memperingati hari jadi Pramuka ke-36. Pengurus Gerakan Pramuka Sakawanabakti Cabang Makassar kemudian bekerjasama dengan Forum Fungsional LHK Sulsel dan Pengurus Daerah IKA SKMA Sulsel menggelar aksi tanam Mangrove.

Penanaman ini berpusat di Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung, Kelurahan Bira, Tamalanrea, Makassar, Minggu (29/12/2019).

“Semangat ya teman-teman laksanakan bakti terhadap alam dan lingkungan. Amalkan darma kedua Pramuka: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,” pungkas Darhamsyah, Kepala P3E Sulawesi Maluku semangati peserta. Darhamsyah juga membuka kegiatan peduli lingkungan ini secara resmi.

KLIK INI:  Pelajar di Bandung Pilih Aksi Lingkungan daripada Turun ke Jalan

Ratusan anggota pramuka dan rimbawan memadati dermaga kawasan wisata yang menyuguhkan asrinya hutan bakau ini. Rimbawan berarti orang yang bekerja di bidang kehutanan.

Gelaran Pramuka dan Rimbawan Menanam 2019  mengangkat tema: “Tanam Mangrove, Selamatkan Kehidupan Pesisir.”

Tahukah Anda apa manfaat dari mangrove? Mangrove memiliki manfaat sebagai pencegah abrasi pantai. Hutan yang tumbuh di sempadan laut ini juga menjadi barrief, penyangga bagi warga yang menetap di pesisir.

Menjadi penghalang alami dari tingginya ombak dari laut hingga tsunami. Juga menjadi penghalang dari terpaan angin dasyat dari laut.

Pohon-pohon bakau yang tumbuh di pesisir ini juga menjadi penetralisir racun yang kadang terbuang ke laut. Mangrove juga menjadi tempat hidup beragam satwa: kepiting, udang, kerang, hingga ikan.

KLIK INI:  Dua Perempuan Dikukuhkan Sebagai Profesor Riset oleh KLHK

Rimbunnya hutan pesisir ini juga menjadi tempat hidup beragam burung. Menikmati sari bebungaan pohon mangrove yang mekar.

Sukses tanam 2500 pohon mangrove

Aksi peduli lingkungan yang berlangsung pada hari libur ini menjadi seru. Berasa berlibur sambil beramal dengan menanam pohon. Saat peserta menuju lokasi penanaman, gelak tawa terdengar di mana-mana.

Tak seperti menanam di lahan tandus. Kali ini menanam di atas lumpur. Berlumpur karena terendam air laut saat pasang tiba. Lumpurnya sampai di lutut. Menjadi keseruan rimbawan mengarunginya. Berjalan lambat karenanya.

Dengan bibit di tangan peserta menuju lokasi penanaman yang berajir. Ajir adalah penanda lokasi lubang tanam. Kadang ajir juga menjadi penyangga bibit mangrove. Bibit diikat pada ajir agar tak mudah goyang saat air pasang.

KLIK INI:  30 Ribu Pohon di 1000 Titik Menandai Hari Jadi Kota Makassar ke-414

Aksi tanam ini tak hanya seremonial semata. Peserta begitu antusias menanam. Menanam satu per satu bibit mangrove jenis Rhyzopora mucronata dan Rhyzopora apiculata.

Saking seriusnya tak sedikit peserta menanggalkan celana panjang dan sepatunya. Satu dua Peserta malah mengenakan sepatu but. Kemudian mulai menjejal lumpur pesisir.

Tak terasa sedikitnya 2.500 pohon mangrove berhasil anggota pramuka dan rimbawan tanam. Mereka tampak puas. Tak tampak kelelahan dari mereka. Justru senyum sumringah memancar dari wajah-wajah pecinta lingkungan ini.

Yuk selamatkan kehidupan pesisir dengan menghijaukan kembali hutan mangrove. Ini aksi kami, mana aksimu?

KLIK INI:  Siti Nurbaya: Tidak Sama FoLU Net Carbon dengan Zero Deforestation