Plastik Berwarna Cerah Terurai Lebih Cepat Menjadi Mikroplastik, Temuan Studi

Klikhijau.com – Sampah plastik telah menjadi musuh bebuyutan seluruh dunia. Keberadaannya tak diinginkan—harus diberantas. Karena sangat meresahkan dan merugikan, baik terhadap lingkungan maupun keseh...

Plastik Berwarna Cerah Terurai  Lebih Cepat Menjadi Mikroplastik, Temuan Studi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sampah plastik telah menjadi musuh bebuyutan seluruh dunia. Keberadaannya tak diinginkan—harus diberantas. Karena sangat meresahkan dan merugikan, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan.

Jenis sampah plastik, tidak hanya bandel untuk terurai, tapi saat terurai akan menjelma menjadi mikroplastik. Ancaman kesehatan mikroplastik memang masih diperbincangkan.

Namun, karena ukurannya kecil, maka mikroplastik mudah berpetualang ke mana-mana, bahkan hingga ke testis manusia yang kemungkinan besar ada hubungannya dengan penurunan jumlah sperma pada pria.

Saat ini, warna plastik beraneka ragam, mulai hijau, merah hingga biru. Plastik berwarna memiliki daya tarik bagi konsumen untuk membelinya.

Sayangnya, menurut menurut studi yang dipimpin oleh Universitas Leicester para penelitian menemukan plastik berwarna merah, biru, dan hijau terurai menjadi partikel mikroplastik lebih cepat dibandingkan warna biasa.

Dilansir dari The Guardian bahwa menurut studi itu, plastik berwarna merah, biru, dan hijau menjadi “sangat rapuh dan terfragmentasi”, sedangkan sampel hitam, putih, dan perak “sebagian besar tidak terpengaruh” selama periode tiga tahun.

Adam Herriott, spesialis senior plastik di badan amal anti-sampah Wrap, mengatakan plastik berwarna secara tradisional digunakan untuk membuat produk menonjol di toko-toko, namun organisasi tersebut sudah menyarankan produsen untuk menghindari pigmen sehingga plastik dapat didaur ulang dengan lebih mudah.

Tergantung dari warnanya

Para ilmuwan dari Inggris dan Universitas Cape Town di Afrika Selatan menggunakan studi pelengkap untuk menunjukkan bahwa plastik dengan komposisi yang sama terdegradasi pada tingkat yang berbeda-beda tergantung warnanya.

Para peneliti Inggris memasang tutup botol berbagai warna di atap gedung universitas agar terkena sinar matahari dan cuaca selama tiga tahun.

Sedangkan penelitian di Afrika Selatan menggunakan barang-barang plastik yang ditemukan di pantai terpencil.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2