Perusahaan Ini Ubah Tinja Manusia Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Klikhijau.com – Sembilan atau tiga belas menit yang lalu. Saya keluar dari kamar mandi. Saya kemudian mengutak-atik HP dan menemukan berita mengejutkan. Sebuah perusahaan mengubah tinja manusia jadi b...

Perusahaan Ini Ubah Tinja Manusia Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Sembilan atau tiga belas menit yang lalu. Saya keluar dari kamar mandi. Saya kemudian mengutak-atik HP dan menemukan berita mengejutkan. Sebuah perusahaan mengubah tinja manusia jadi bahan bakar.

Selama ini saya tidak pernah bayangkan jika kotoran manusia bisa dimanfaatkan . Kita semua tahu, hal yang paling disembunyikan manusia adalah kotorannya.

Pun semua orang akan jijik terhadap feses atau tahinya sendiri. Namun, bagaimana jika kotoran itu disulap jadi sesuatu yang lebih berguna.

Semisal yang dilakukan oleh perusahaan asal Kenya, Sanivation yang menyulap kotoran manusia menjadi bahan bakar.

Bahan bakar yang perusahaan itu ciptakan diklaim sebagai bahan bakar ramah lingkungan alias berkelanjutan.

Ide itu muncul untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Juga untuk mengurangi deforestasi. Diperkirakan sekitar tujuh persen emisi rumah kaca berasal dari pembakaran kayu untuk memasak.

Di Afrika sendiri, khususnya Afrika Timur, sekitar 90% penduduk menggunakan beberapa bentuk biomassa padat setiap hari seperti kayu bakar, arang, dan pelet (pellets).

Mengurangi pembakaran kayu

Melihat hal itu, Sanivation mengumpulkan limbah kotoran manusia dari toilet khusus dan mengubahnya menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan. Inovasi ini memperbaiki sanitasi sekaligus menahan laju pembakaran kayu.

“Pada awalnya orang mempertanyakannya, tetapi produk kami tidak terlihat seperti feses, tidak berbau seperti feses, Anda tidak akan tahu itu kecuali kami memberi tahu Anda,” jelas Emily Woods Co-Founder sekaligus COO Sanivation.

Penjelasan dari Woods itu saya temukan di laman World Economic Forum. Berita yang saya maksud pada awal tulisan ini mengejutkan.

Perihal pembakaran kayu untuk memasak, sebenarnya tidak hanya dilakukan di Afrika Timur, tapi hampir seluruh dunia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2