Partikel Plastik Berpotensi Meningkatkan Risiko Resistensi Antibiotik

Klikhijau.com -  Nanoplastik yang berumah dalam tubuh manusia memiliki dampak tak terduga. Dampaknya berupa merampas  keefektifan obat-obatan farmasi, termasuk antibiotik. Bahkan berpotensi  meningkat...

Partikel Plastik Berpotensi Meningkatkan Risiko Resistensi Antibiotik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com -  Nanoplastik yang berumah dalam tubuh manusia memiliki dampak tak terduga. Dampaknya berupa merampas  keefektifan obat-obatan farmasi, termasuk antibiotik. Bahkan berpotensi  meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports. Di mana para peneliti dalam studi tersebut mengamati bagaimana antibiotik umum tetrasiklin, yang sering digunakan untuk infeksi bakteri saluran pernapasan, kulit atau usus, berinteraksi dengan empat jenis nanoplastik dalam tubuh.

Keempat nanoplastik yang dimaksud adalah polietilena (PE), polipropilena (PP), polistirena (PS), dan nilon 6,6 (N66).

Nanoplastik berbeda dengan mikroplastik. Dilansir dari Republika mikroplastik memiliki ukuran dalam dalam skala mikrometer, sedangkan nanoplastik hanya berukuran nanometer.

Ukuran nanoplastik jauh lebih kecil dari mikroplastik. Mikroplastik biasanya masih dapat terlihat oleh mata atau mikroskop biasa, sementara nanoplastik hampir mustahil untuk terlihat.

Selain itu, nanoplastik terbentuk saat potongan-potongan plastik yang lebih besar terurai karena sinar UV, gelombang, enzim alami, atau faktor lingkungan lainnya.

Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa plankton dan udang karang Antartika di lautan mengurai mikroplastik dan mengubahnya menjadi plastik berukuran nano.

Meski begitu, nanoplastik juga dapat terurai dan terlepas ke udara, misalnya ketika seseorang memperbaiki pipa saluran pembuangan. Setelah mengudara, nanoplastik dapat melayang sejauh ribuan kilometer, hingga ke kutub bumi.

Penelitian terbaru tentang nanoplastik, yakni tim peneliti menggunakan simulasi dan percobaan in vitro untuk mempelajari interaksi antara antibiotik dan berbagai bentuk nanoplastik.

Para peneliti menemukan bahwa ketika nanoplastik hadir, penyerapan tetrasiklin berubah, sehingga kurang berhasil sebagai antibiotik. Khususnya ketika ada PS, antibiotik mengalami penurunan aktivitas biologis.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2