Partikel Plastik Berpotensi Meningkatkan Risiko Resistensi Antibiotik

Klikhijau.com -  Nanoplastik yang berumah dalam tubuh manusia memiliki dampak tak terduga. Dampaknya berupa merampas  keefektifan obat-obatan farmasi, termasuk antibiotik. Bahkan berpotensi  meningkat...

Partikel Plastik Berpotensi Meningkatkan Risiko Resistensi Antibiotik
Bacakan Artikel

“Ikatannya sangat kuat dengan nilon,” kata Dr. Lukas Kenner, profesor di Universitas Kedokteran Wina dan salah satu penulis penelitian tersebut, dalam sebuah pernyataan dikutip dari The Guardian.

Kenner juga mencatat bahaya keberadaan nanoplastik di dalam ruangan dibandingkan dengan di luar ruangan dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi efektivitas antibiotik.

“Beban mikro dan nanoplastik sekitar lima kali lebih tinggi di sana daripada di luar ruangan. Nilon adalah salah satu alasannya: ia dilepaskan dari tekstil dan masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, misalnya.”

Mempengaruhi cara obat bergerak

Sebuah studi terpisah dari tahun 2022, sebagaimana dilaporkan Plastic Pollution Coalition, menemukan bahwa nanoplastik dapat masuk ke dalam darah dan organ hewan.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa meskipun konsumsi dan penghirupan nanoplastik sulit diukur karena ukuran partikelnya yang sangat kecil, para ilmuwan memperkirakan bahwa manusia mengonsumsi sekitar 5 gram mikroplastik per hari. Nanoplastik berukuran sekitar 1 hingga 1.000 nanometer, sedangkan mikroplastik berukuran sekitar 5 milimeter atau lebih kecil.

Selain mengungkap bagaimana partikel plastik menurunkan aktivitas biologis dalam antibiotik, para peneliti menemukan bahwa nanoplastik menyebabkan perubahan dalam cara obat bergerak melalui tubuh, yang berpotensi menyebabkannya masuk ke area yang tidak diinginkan.

Mereka juga khawatir bahwa dengan menjauhkan antibiotik dari area perawatan yang ditargetkan, nanoplastik juga dapat meningkatkan resistensi antibiotik, sehingga bakteri kurang rentan terhadap perawatan.

"Temuan kami bahwa konsentrasi antibiotik lokal pada permukaan partikel nanoplastik dapat meningkat sangat mengkhawatirkan," kata Kenner.

"Pada saat resistensi antibiotik menjadi ancaman yang semakin besar di seluruh dunia, interaksi semacam itu harus diperhitungkan," pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2