Pandemi Ubah Kawasan Wisata Mangrove Luppung jadi Lumpuh

Klikhijau.com - Gerbang masuk ke Kawasan Wisata Mangrove Luppung berdiri kokoh. Terbuat dari beton. Kawasan wisata ini berada di Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Gerbang mas...

Pandemi Ubah Kawasan Wisata Mangrove Luppung jadi Lumpuh
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Gerbang masuk ke Kawasan Wisata Mangrove Luppung berdiri kokoh. Terbuat dari beton. Kawasan wisata ini berada di Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba.

Gerbang masuknya mudah terlihat karena berdiri di pinggir jalan poros menuju Bira. Di sebelah kanan dari arah Kota Kabupaten Bulukumba.

Warna gerbangnya cukup mencolok dengan kombinasi warna orange, hijau, dan kuning muda. Untuk menuju kawasan wisata mangrove ini, pengunjung harus melewati jalan yang telah dipasangi paving block.

Jalan yang telah dipasangi paving block itu pendek saja. Tak sampai ke hutan mangrove Luppung. Selebihnya adalah jalanan alami yang belum tersentuh paving block atau aspal. Hanya berupa timbunan batu warna putih kekuningan seperti umumnya yang banyak digunakan untuk timbunan.

[irp]

Jalan menuju hutan mangrove Luppung tak terlalu luas, hanya cukup untuk satu mobil saja. Di kiri kanannya terdapat empang.

Meski kondisi jalannya belum terlalu bagus, tapi pesona kawasan wisata mangrove ini  pernah memukau dan dikunjungi banyak orang.  Itu terjadi setidaknya hingga dua bulan pasca buka.

Apalagi jarak dari jalan poros Bira hanya sekitar 500 meter, membuat pengunjung merasa tak berat jika mampir atau sengaja mengunjunginya. Jarak dari Kota Bulukumba pun terbilang dekat dan mudah ditemukan karena bisa mengkuti petunjuk google maps.

Memikat saat baru diresmikan

Ketika baru diresmikan akhir Desember 2019 Bupati Bulukumba, yang saat itu dijabat  oleh AM Sukri A Sappewali. Kawasan destinasi wisata mangrove ini digadang-gadang sebagai destinasi baru yang bisa jadi andalan baru pula Bulukumba. Apalagi merupakan satu-satunya destinasi wisata mangrove di kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi itu.

Kedatangan orang nomor satu Bulukumba ke Luppung dan meresmikannya pada saat itu menjadikan destinasi wisata ini kian memikat dan tersohor, khususnya di wilayah Bulukumba.

[irp]

“Bahkan pernah ada yang datang dari Jawa,” ujar Herianto, yang biasa bertanggung jawab atas karcis masuk ke hutan mangrove Luppung.

Melonjaknya pengunjung membawa keuntungan tersendiri. Karena penghasilkan distinasi wisata ini pun meningkat.

“Penghasilkan dua bulan pertama pasca dibuka  cukup mencengkan. Mencapai mencapai 45 juta perbulan,” ungkap Sulfiadi beberapa waktu lalu.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: