Aksi Menawan 253 Relawan Muda Menanam Mangrove di Bulukumba

oleh -251 kali dilihat
Aksi Menawan 253 Relawan Muda Menanam Mangrove di Bulukumba
Sebanyak 253 relawan mengikuti kegiatan aksi peduli lingkungan dengan penanaman mangrove di Kampung Gusung, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Minggu, 19 Desember - Foto/Ist

Klikhijau.com – Sebanyak 253 relawan mengikuti kegiatan aksi peduli lingkungan dengan penanaman mangrove di Kampung Gusung, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba Minggu, 19 Desember.

Kegiatan diinisiasi oleh Green Leadership Indonesia (GLI) bekerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertema “Kaum Muda Menanam” dengan kampanye Bergerak Pulihkan Lingkungan Hidup.

Koordinator kegiatan, Samrawati menjelaskan, kegiatan itu dipantau langsung Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Jeneberang Saddang dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.

Aksi ini digelar untuk merangkul seluruh pemuda agar tetap bergerak memulihkan lingkungan. Kegiatan sempat molor beberapa jam dikarenakan cuaca tidak mendukung.

Peserta yang tergabung dalam kegiatan itu berdasarkan data registasi, berasal dari elemen masyarakat, pemuda, pelajar, mahasiswa, organisasi keagamaan, Pramuka, PMI, tim SAR dan dan berbagai komunitas pecinta alam.

KLIK INI:  Mallsampah dan Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentangnya

Hadir pula peserta mewakili karang taruna dari berbagai desa dan kelurahan di Bulukumba, dan beberapa peserta dari luar daerah Sulawesi Selatan. Sempat tertunda sepekan karena bebepara faktor namun partisipasi relawan dalam kegiatan tidak mengecewakan.

“Ada juga yang dari Sumatera, Kalimantan, Kolaka dan Ambon. Peserta yang registrasi itu 253 orang tapi ada beberapa yang datang pada saat proses penanaman dan tidak sempat registrasi,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan akan menjadikan Kampung Gusung sebagai salah satu daerah yang tidak lagi terkena banjir rob. Sekedar diketahui, banjir rob merupakan pola fluktuasi muka air laut yang dipengaruhi oleh gaya tarik benda-benda angkasa, terutama oleh bulan dan matahari terhadap massa air laut di bumi.

“Kampung Gusung sendiri dipilih karena merupakan salah satu yang rawan banjir rob di Bulukumba. Semoga nanti tidak lagi,” harapnya.

Penanaman mangrove memberikan pengalaman tersendiri bagi relawan yang terlibat, salah satunya Darmawati Anwar dari GenPi Bulukumba. Baginya dari kegiatan ini dia belajar lebih mengenal lingkungan dan manfaat mangrove secara spesifik.

KLIK INI:  Cinta, Harmoni dan Percakapan Semesta di Sekolah Alam Bawakaraeng

Mangrove yang diyakininya sebelumnya seperti pohon pada umumnya yakni untuk menyuplai oksigen (O2) dan penyerap gas karbondioksida (CO2). Mangrove memiliki banyak manfaat untuk lingkungan.

“Ini pengalaman pertama dan amazing, kalau diajak lagi untuk kegiatan yang sama saya mau lagi. Saya hanya mau kasih sedikit saran untuk kegiatan lingkungan kita minimkan penggunaan plastik seperti air kemasan misalnya,” katanya.

Jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 2.500 pohon dari jenis bakau. Rencananya akan terus dirawat dan dijaga oleh GLI bersama dengan partnership dalam kegiatan yakni Lentera Panrita Bulukumba dan Karang Taruna Kalumeme.

Tujuan jangka panjangnya, mendorong Gusung Park sebagai wisata alternatif jenis ekowisata yang dengan pengelolaan baik dapat mendobrak perekonomian masyarakat sekitar.

GLI merupakan program yang diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia, yang didukung oleh Walhi, KNTI, dan HUMA. Program yang memfasilitasi anak muda sebagai generasi penerus bangsa agar memiliki perspektif keadilan sosial, lingkungan hidup dan keberpihakan kepada lingkungan hidup.

Penanaman mangrove di Bulukumba menjadi salah satu aksi lingkungan yang belakangan menjadi perhatian pemuda. Titik penanaman yang banyak terekspos di Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe yang kini telah menjadi lokasi wisata, kemudian di Desa Pantama, Kecamatan Kajang.

KLIK INI:  Kearifan Ekologis Masyarakat Adat Kajang dalam Melestarikan Lingkungan