Nostalgia Kantong Plastik, Berburu Hingga ke Comberan

Klikhijau.com – Kehadiran kantong plastik yang mulai meresahkan. Sesungguhnya pernah menjadi barang langka yang diburu. Saya termasuk salah satu yang punya kenangan berburu kantong plastik atau kre...

Nostalgia Kantong Plastik, Berburu Hingga ke Comberan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Padahal dulu, kantong plastik bagi kami, anak-anak kampung yang sering membuat layang-layang adalah barang yang memiliki nilai tak terhingga saking berharganya.

Karena kantong plastik pula, tak jarang saya mendapat amarah Ibu karena kantong kresek yang disimpannya saya ambil untuk dijadikan “pakian” layang-layang.

Pun tak jarang pula mendapat semprotan dari yang punya rumah jika berburu kantong plastik di kolong rumahnya.

Rumah-rumah yang biasanya menjadi sasaran berburu adalah orang yang terbilang ‘kaya’ di kampung. Mereka biasanya akan ke kota atau minimal ke pasar untuk berbelanja.

Jika pulang dari pasar atau kota, biasanya pula akan membawa belanjaan yang dibungkus kantong plastik, lalu kantongnya dibuang dan menjadi rejeki bagi yang patut disyukuri

Kantong plastik yang awalnya kotor akan menjelam jadi layang-layang yang bisa dipamer dengan bangga.

Lalu bergeser

Masa depan adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya hanya bisa ditebak, tak ada yang benar-benar pasti.

Seperti halnya kantong plastik yang dulu kami buru, sekarang ini berserakan di mana-mana. Tak perlu lagi ke comberan mencarinya, tak perlu lagi berburu.

Boleh dibilang ke mana pun kaki melangkah atau mata memandang bisa melihat kantong plastik. Pun anak-anak yang main layang-layang tak lagi seramai dulu.

Hanya saja , mereka yang bermain layang-layang tak perlu lagi berburu kantong plastik hingga ke comberan. Juga tak perlu mendengar kemarahan ibunya karena kantong plastiknya hilang

Kantong plastik kini bukan lagi kebanggaan memilikinya, tapi keresahan yang terus diperangi  agar hilang dari muka Bumi ini.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2