Mewaspadai Peralihan Rawa dari Penyerap Karbon ke Sumber Karbon
Klikhijau.com - Rawa adalah berbagai jenis tanah yang terbentuk secara alami, atau tanah permanen atau sementara yang terbentuk dari campuran air tawar dan air laut, termasuk wilayah laut dengan kedal...
Klikhijau.com - Rawa adalah berbagai jenis tanah yang terbentuk secara alami, atau tanah permanen atau sementara yang terbentuk dari campuran air tawar dan air laut, termasuk wilayah laut dengan kedalaman air kurang dari 6 m pada saat surut, yaitu rawa-rawa dan zona intertidal. .
Pengertian lainnya, rawa adalah genangan air alami. Ia terjadi secara terus menerus atau musiman akibat drainase yang buruk dan memiliki sifat fisik, kimia, dan biologi yang khusus.
Di Indonesia, rawa biasanya ditemukan di hutan. Secara umum, rawa terbagi dalam dua kategori besar; rawa air tawar yang dapat ditemukan di dalam hutan dan rawa air asin di sepanjang pantai.
Rawa yang memiliki kaya nutrisi adalah rumah harta karun ekologis bagi semua jenis makhluk untuk bertahan hidup.
[irp]
Rawa juga dikenal sebagai “pembersih alami” karena perannya dalam mencegah pencemaran atau pencemaran lingkungan alam.
Oleh karena itu, rawa memiliki nilai ekonomi, budaya, lingkungan, yang tinggi, sehingga lingkungan rawa harus dilindungi.
Selama ini fungsi rawa adalah sebagai penyerap karbon. Sayangnya, ada fakta lain yang ditemukan perihal rawa, yakni ada sebuah simulasi pemodelan memprediksi bahwa zona rawa pesisir. nantinya akan berubah dari penyerap karbon menjadi penghasil karbon saat iklim menghangat dan permukaan laut naik.
Studi baru itu diterbitkan di PLOS Climate, yang melukiskan masa depan yang suram untuk wilayah pesisir di Atlantik tengah.
Rawa akan berkembang menjadi hutan dataran rendah dan lahan basah air tawar, membunuh pepohonan, yang akan melepaskan karbon saat terurai.
Selama studi, Katie Warnell dari Duke University bekerja sama dengan tujuh lembaga sumber daya alam di sepanjang pantai. Dia mengatakan temuannya penting bagi manajemen.
[irp]
“Penelitian ini dan percakapan kami dengan negara bagian menimbulkan banyak pertanyaan tentang opsi untuk mengelola lanskap pesisir mengingat perubahan ini dan menekankan pentingnya mengurangi gas rumah kaca dan kenaikan permukaan laut secara keseluruhan karena itulah pendorong utama semua ini,” katanya.