Menyingkap Rahasia Kimia di Balik Ancaman Abu Vulkanik

Menyingkap Rahasia Kimia di Balik Ancaman Abu Vulkanik
Rahasia Kimia di Balik Ancaman Abu Vulkanik. - Foto: alodookter.com
Bacakan Artikel
Selvi Ayu Lestari

Insinyur muda di bidang Teknik Kimia juga lulusan Magister Rekayasa Infrastruktur Lingkungan yang saat ini fokus bekerja menjaga kualitas ore sebagai QAQC Analyst Foreman

Selvi Ayu Lestari

Artikel terbaru dari Selvi Ayu Lestari (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Pecahan batuan ditemukan dalam endapan abu dan memiliki bentuk serta struktur berbeda dari pecahan kaca. Mineral abu vulkanik sebagian berasal dari magma dan mengkristal di dalam magma yang berada di bawah permukaan bumi. 

Berdasarkan data USGS.gov (United States Geological Survey) menyatakan bahwa sebagian besar mineral abu belum terbukti menyebabkan efek kesehatan jangka panjang yang merugikan bagi manusia tetapi mineral tersebut mengubah komposisi tanah sehingga dapat memengaruhi ternak dan pertanian. 

Kristobalit adalah jenis kristal silika yang terbentuk dan dapat menyebabkan silikosis pada manusia yang biasanya diderita oleh pekerja industri dalam jangka panjang dan dipaparkan melalui debu batuan halus. Komposisi kimia abu berhubungan dengan komposisi magma.

Berdasarkan riset Geokimia dan Vulkanologi Modern menyatakan bahwa abu vulkanik terbentuk melalui tiga fenomena reaksi kimia-fisika inti, yaitu polimerarisasi silikat dan dinamika viskositas magma dimana rantai ikatan polimer sangat padat dan kompleks membuat viskositas magma tinggi (sangat kental) sehingga menjebak gas-gas terlarut (H2O, CO2, SO2) tidak dapat terlepas perlahan dan meledak saat meletus. 

Studi rheologi magma, menyebutkan laju regangan melampaui batas elastisitas cairan silikat dan mengalami transisi fase dari cair viskos menjadi padat yang rapuh sehingga tekanan gas terkurung merusak ikatan kovalen [SiO4]4- secara serentak menyebabkan fragmentasi ekstrim mengubah lelehan hancur menjadi serpihan mikro berukuran <22 mm.  

Pecahan magma mendingin dengan cepat saat terlempar ke udara dan membeku seketika (quenching) menjadi kaca vulkanik amorf yang dilapisi kondensat gas asam (H2SO4). Abu vulkanik yang terbentuk terdiri dari partikel mineral padat yang didominasi oleh oksida utama seperti SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, Na2O dan K2O.  

Akibat adanya bencana alam ini, perlunya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dimana setiap masyarakat diharapkan dapat memahami mitigasi bencana erupsi gunung api baik sebelum bencana, saat bencana dan pasca bencana dimana fokus tertuju pada perlindungan kesehatan dan penyelamatan infrastruktur mengingat sifat abu yang asam dan beracun.

Begitupula, peran pemerintah sebagai pengambil kebijakan dalam menyediakan berbagai fasilitas dan mengatur tanggap darurat sehingga mengurangi risiko, meminimalkan korban jiwa dan dampak buruk bencana.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan