Menyelamatkan Satwa Liar dari Polusi Cahaya, Begini Caranya!

Klikhijau.com – Karena kebelet kencing, suatu malam saya terbangun. Seperti biasa setiap malam. Lampu di ruang ruang dapur  tidak dipadamkan--tentu itu bisa menyebabkan polusi cahaya. Ketika saya m...

Menyelamatkan Satwa Liar dari Polusi Cahaya, Begini Caranya!
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Karena kebelet kencing, suatu malam saya terbangun. Seperti biasa setiap malam. Lampu di ruang ruang dapur  tidak dipadamkan--tentu itu bisa menyebabkan polusi cahaya.

Ketika saya masuk ke ruang dapur  seekor cui-cui ‘burung’  terbang mengagetkan saya. Rupanya burung tersebut terperangkap cahaya lampu. Ia masuk melalui ventilasi.

Mungkin  mengira hari masih siang sehingga ia lupa tidur. Padahal saat itu telah larut malam. Saya mencoba mengusirnya agar burung itu keluar. Namun, pekat di luar rumah membuatnya tak bisa pergi.

Ia berputar-putar saja di ruang dapur ke kamar mandi. Cahaya lampu telah membuat burung itu kehilangan tidurnya. Hal itu tentu saja mengusik baginya.

Sejak listrik  hadir  banyak hal yang hilang dan berubah, termasuk manusia yang seolah tidak lagi sanggup hidup tanpa listrik. Saat ini,  sebagian besar manusia hidup dalam terang cahaya lampu.

Ini terbukti, jika listrik padam selalu saja kita mendengar ada yang mengeluh. Seolah kehidupan berhenti dengan padamnya listrik.

Kehadiran lampu atau listrik membuat malam tidak lagi sakral. Manusia telah mengubah lingkungan saat malam  hari tidak jauh beda dengan siang hari.

Sayangnya, perubahan itu tidak dikuti oleh adaptasi satwa liar sehingga banyak satwa yang menderita terkena polusi cahaya.

Tidak hanya burung yang mengalami ketergangguan oleh cahaya, tapi juga satwa lain, termasuk  penyu laut.  Ketika tukik-tukik menetas saat malam hari, mereka menggunakan cahaya alami dan kelandaian pantai sebagai pemandu alami untuk merangkak dari pasir ke laut.

Tapi, ketika cahaya buatan mengalahkan terang bulan dan laut, mereka menjadi kehilangan arah. Ini membuat mereka sangat rentan terhadap predator, kelelahan, dan bahkan lalu lintas kendaraan ketika mereka mengambil jalan yang keliru.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2